
Sign up to save your podcasts
Or


Info pekan ini
~ Gegara permintaan mobil listrik menurun, Program PHK Porsche digelar bertahap
Demi restrukturisasi tenaga kerja jangka panjang sebagai respon terhadap menurunnya permintaan mobil listrik, maka dari itu pihak perusahaan mobil butik asal Jerman telah umumkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 1900 orang secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang. Porsche AG telah menjadi sapi perah bagi Grup Volkswagen selama bertahun-tahun, perusahaan ini yang kini juga tengah menghadapi tekanan geopolitik serta kondisi ekonomi dalam negeri yang semakin menantang harus disudutkan kepada sebuah fenomena genting. Rencana penyesuaian tenaga kerja ini terutama ditujukan pada dua basis produksi yang berlokasi di Jerman, dengan tujuan untuk mengurangi tim kerja sebanyak 15% di pabrik Zuffenhausen dan Weissach. karena rencana PHK ini membutuhkan proses yang cukup lama, Porsche bermaksud untuk menawarkan pesangon yang layak, pensiun dini bagi karyawan yang mengundurkan diri secara damai dan sukarela.
Semua karyawan Jerman masih memiliki perjanjian keamanan kerja yang berlaku hingga tahun 2030, dapat dikatakan pihak perusahaan mengharapkan agar para karyawan dapat mengundurkan diri secara sukarela sebelum jatuh tempo kontrak baru akan ditandatangani dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. dilansir dari technews.tw yang menyatakan bahwa fakta dilapangan terkait berita ini bahwa pihak Porsche berhenti memperbaharui kontrak kerja karyawan jangka pendek, berita ini juga yang kemudian diungkap oleh media Jerman.
Masalah utama bagi perusahaan mobil sport mewah asal Jerman ini adalah menurunnya permintaan kendaraan listrik, kehilangan sejumlah porsi pasar yang cukup tinggi untuk pasar Tiongkok. pada tahun 2024 Porsche telah menjual 56.887 unit kendaraan di Tiongkok, angka ini menurun sebanyak 28% apabila dibandingkan di tahun sebelumnya. ini juga merupakan tahun ketiga berturut-turut penjualan mereka yang telah menurun. meskipun ada pertumbuhan di pasar lainnya namun dirasa dengan penjualan yang terus menurun selama tiga tahun berturut-turut membuat pihak perusahaan harus mencari berbagai akal demi omset perusahaan yang semakin baik.
Omset jatuh tiga tahun berturut-turut, ini bukanlah hal yang baik bagi perusahaan manapun, karena dalam proses Porsche untuk bertransformasi ke kendaraan listrik membutuhkan investasi berbagai penelitian serta perangkat yang tentu tidak murah. sedikitnya telah menghabiskan 830 juta USD untuk berbagai riset pengembangan mesin. Perusahaan induk Porsche yaitu Volkswagen Group kini juga tengah dihadapkan kepada sebuah kesulitan. Volkswagen akhirnya mencapai kesepakatan dengan para pemimpin buruh pada akhir tahun 2024 untuk memperpanjang periode PHK secara massal dengan perkiraan 35.000 phk dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.
Saat ini, semua produsen mobil Jerman sedang mengalami masa yang cukup sulit, Tiongkok sebagai pasar mobil terbesar di dunia, telah digerogoti oleh kendaraan listrik China. di Jerman, kendaraan listrik mereka juga tidak laku, yang terburuk adalah jika mereka terus mengurangi produksi kendaraan listrik, mereka juga mungkin tidak akan mungkin mampu memenuhi “ Standar pengurangan karbon mobil produsen “, dan ini menghasilkan denda yang sangat besar.
Bagi Jerman, industri otomotif adalah urat nadi perekonomian yang penting, karena perusahaan mobil yang tengah menghadapi krisis penjualan maka dapat dikatakan bahwa kondisi ekonomi Jerman saat ini pun terpuruk, sejak paruh kedua tahun 2024 Jerman menghadapi penurunan produksi industri yang berkelanjutan paling parah sepanjang sejarah, hal ini tentu akan berimbas kepada memburuknya kondisi ekonomi Jerman pada saat ini.
pantau terus yows..
By Ipung Chandra, RtiInfo pekan ini
~ Gegara permintaan mobil listrik menurun, Program PHK Porsche digelar bertahap
Demi restrukturisasi tenaga kerja jangka panjang sebagai respon terhadap menurunnya permintaan mobil listrik, maka dari itu pihak perusahaan mobil butik asal Jerman telah umumkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 1900 orang secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang. Porsche AG telah menjadi sapi perah bagi Grup Volkswagen selama bertahun-tahun, perusahaan ini yang kini juga tengah menghadapi tekanan geopolitik serta kondisi ekonomi dalam negeri yang semakin menantang harus disudutkan kepada sebuah fenomena genting. Rencana penyesuaian tenaga kerja ini terutama ditujukan pada dua basis produksi yang berlokasi di Jerman, dengan tujuan untuk mengurangi tim kerja sebanyak 15% di pabrik Zuffenhausen dan Weissach. karena rencana PHK ini membutuhkan proses yang cukup lama, Porsche bermaksud untuk menawarkan pesangon yang layak, pensiun dini bagi karyawan yang mengundurkan diri secara damai dan sukarela.
Semua karyawan Jerman masih memiliki perjanjian keamanan kerja yang berlaku hingga tahun 2030, dapat dikatakan pihak perusahaan mengharapkan agar para karyawan dapat mengundurkan diri secara sukarela sebelum jatuh tempo kontrak baru akan ditandatangani dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. dilansir dari technews.tw yang menyatakan bahwa fakta dilapangan terkait berita ini bahwa pihak Porsche berhenti memperbaharui kontrak kerja karyawan jangka pendek, berita ini juga yang kemudian diungkap oleh media Jerman.
Masalah utama bagi perusahaan mobil sport mewah asal Jerman ini adalah menurunnya permintaan kendaraan listrik, kehilangan sejumlah porsi pasar yang cukup tinggi untuk pasar Tiongkok. pada tahun 2024 Porsche telah menjual 56.887 unit kendaraan di Tiongkok, angka ini menurun sebanyak 28% apabila dibandingkan di tahun sebelumnya. ini juga merupakan tahun ketiga berturut-turut penjualan mereka yang telah menurun. meskipun ada pertumbuhan di pasar lainnya namun dirasa dengan penjualan yang terus menurun selama tiga tahun berturut-turut membuat pihak perusahaan harus mencari berbagai akal demi omset perusahaan yang semakin baik.
Omset jatuh tiga tahun berturut-turut, ini bukanlah hal yang baik bagi perusahaan manapun, karena dalam proses Porsche untuk bertransformasi ke kendaraan listrik membutuhkan investasi berbagai penelitian serta perangkat yang tentu tidak murah. sedikitnya telah menghabiskan 830 juta USD untuk berbagai riset pengembangan mesin. Perusahaan induk Porsche yaitu Volkswagen Group kini juga tengah dihadapkan kepada sebuah kesulitan. Volkswagen akhirnya mencapai kesepakatan dengan para pemimpin buruh pada akhir tahun 2024 untuk memperpanjang periode PHK secara massal dengan perkiraan 35.000 phk dalam kurun waktu 5 tahun mendatang.
Saat ini, semua produsen mobil Jerman sedang mengalami masa yang cukup sulit, Tiongkok sebagai pasar mobil terbesar di dunia, telah digerogoti oleh kendaraan listrik China. di Jerman, kendaraan listrik mereka juga tidak laku, yang terburuk adalah jika mereka terus mengurangi produksi kendaraan listrik, mereka juga mungkin tidak akan mungkin mampu memenuhi “ Standar pengurangan karbon mobil produsen “, dan ini menghasilkan denda yang sangat besar.
Bagi Jerman, industri otomotif adalah urat nadi perekonomian yang penting, karena perusahaan mobil yang tengah menghadapi krisis penjualan maka dapat dikatakan bahwa kondisi ekonomi Jerman saat ini pun terpuruk, sejak paruh kedua tahun 2024 Jerman menghadapi penurunan produksi industri yang berkelanjutan paling parah sepanjang sejarah, hal ini tentu akan berimbas kepada memburuknya kondisi ekonomi Jerman pada saat ini.
pantau terus yows..