Manusia & Teknologi

Manusia & Teknologi - 2025-03-20


Listen Later

Info pekan ini 

~ Ulah Trump, AS akan jatuh ke dalam stagnasi ekonomi ringan 

Trump telah merilis serangkaian perintah tarif baru demi masa depan AS yang lebih baik, setelah mentargetkan tarif nasional kini dirinya mulai menargetkan industri perorangan. pada bulan Maret, tarif sebesar 25% mungkin akan dikenakan pada industri yang berhubungan dengan logam dan baja. pengumuman terbaru adalah bahwa tarif sebesar 25% mungkin akan dikenakan pada mobil impor, obat-obatan dan semikonduktor pada bulan April mendatang. tujuannya adalah memaksa pabrik-pabrik manufaktur pindah ke Amerika Serikat. para ekonom memperingatkan bahwa tindakan Trump ini akan mendorong AS ke dalam kondisi stagnasi ringan. 

Kondisi perekonomian AS yang semula kuat dan telah lepas dari jaring bayang-bayang stagflasi, akan tetapi kini kebijakan Trump kembali mendatangkan sebuah ketidakpastian yang baru. pasar memperkirakan tingkat pertumbuhan PDB AS akan sedikit diatas dari 2% dan tingkat inflasi akan sedikit turun ke 3% di tahun ini. dilansir dari Technews.tw yang menyatakan bahwa perkiraan terbaru dari 40 pakar pasar yang disurvei oleh Federal Reserve Bank of Philadelphia menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan PDB pada tahun 2025 akan menjadi 2.4% dan tingkat inflasi akan menjadi 2.8%. namun Capital Economics memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB akan berada di bawah dari 2% pada tahun 2025 dan inflasi akan menjadi stagflasi ringan dengan kisaran 3 hingga 3.5%. 

Capital Economics memperkirakan bahwa estimasi faktor yang paling berkontribusi pada kondisi ini adalah tarif, jika tarif pada berbagai macam barang dinaikkan secara signifikan dan dipertahankan untuk waktu yang lama maka inflasi tidak dapat dihindari. pimpinan JPMorgan Chase untuk AS juga menjelaskan bahwa tarif yang diusulkan oleh Trump pada dasarnya tidak akan menyebabkan inflasi. meskipun tarif tersebut dapat membuat banyak barang yang dibeli oleh warga AS menjadi lebih mahal, pada dasarnya tarif tersebut mungkin hanya berdampak pada kenaikan harga komoditas yang akan terkena pajak sebanyak satu kali, mirip dengan kenaikan pajak penjualan. akan tetapi jika warga Amerika memperkirakan inflasi akan meningkat dan menuntut upah yang lebih tinggi, tarif yang lebih tinggi dapat dengan cepat memicu reaksi berantai kenaikan harga yang menyebabkan bisnis terus menaikkan harga. 

Yang kedua adalah menghentikan arus imigrasi, hal ini juga berdampak kepada penyebab utama kekurangan tenaga kerja, dan perusahaan harus membayar biaya tenaga kerja yang lebih tinggi atau berinvestasi lebih banyak dalam teknologi yang dapat menghemat tenaga kerja. dalam kedua kasus ini, inflasi cenderung meningkat. 

Ketidakpastian yang lain adalah pengeluaran pemerintah dan perpajakan di bawah pemerintahan Trump. pengeluaran pemerintah merupakan pilar ketiga yang menopang perekonomian AS dan bahkan apabila pihak pemerintah memutuskan untuk memotong secara besar-besaran pengeluaran pemerintah maka ditakutkan akan semakin menyeret perekonomian dalam negeri menjadi lebih buruk. meskipun pemotongan pajak yang dapat mendukung PDB, namun pemotongan pajak juga dapat memicu inflasi apabila inflasi jika ekonomi mengalami percepatan. faktanya laju inflasi tahunan AS naik sedikit menjadi 3% pada bulan Januari tahun ini, dan laju inflasi inti secara tidak terduga naik menjadi 3.3%. angka ini lebih tinggi dari apa yang diharapkan yang juga sekaligus menunjukkan bahwa kemajuan dalam mengekang arus inflasi nampaknya tidak dapat dihentikan. 

Pemenang hadiah Nobel di bidang ekonomi Joseph Eugene Stiglitz mengkritik bahwa ancaman tarif Trump adalah ancaman terhadap hukum yang telah membuat Amerika menjadi tempat yang buruk untuk berinvestasi dan hal ini tentu berkontribusi stagflasi. dirinya meramal bahwa tarif baru oleh pemerintahan Trump dan respon dari negara lain yang tentu akan memiliki dampak tertentu bagi ekonomi dalam negeri. salah satunya adalah kenaikan harga oleh negara kerjasama, hal ini tentu dapat membuat lesunya arus pertumbuhan perdagangan, akhirnya inflasi dan melemahnya ekonomi akan terjadi pada saat yang bersamaan. Joseph dengan tegas mengatakan bahwa dirinya tidak melihat ekonomi yang benar-benar kuat karena dirinya melihat ekonomi global akan menderita kerugian yang besar akibat ketidakpastian kebijakan yang diambil oleh Trump. 

Ekonom Wells Fargo mengatakan jika tarif yang lebih tinggi diberlakukan, maka pemerintah Trump akan memberi perusahaan yang berbasis di AS cukup waktu untuk merespons, meskipun resiko stagflasi dalam ekonomi AS lebih tinggi ketimbang di awal tahun ini. ini bukanlah sebuah skenario dasar yang saat ini diramalkan oleh tim dan pengamat ekonomi, namun jika kenaikan tarif ini diterapkan setelah hari pertama Pelantikan Presiden, hal ini akan memberikan guncangan ringan terhadap ekonomi AS. 

Pemerintahan Trump hanya menggunakan tarif sebagai emblem untuk membawa manufaktur kembali ke tanah Amerika, dirinya telah mengakui bahwa tarif akan menandai dimulainya zaman keemasan bagi Amerika dan penderitaan jangka pendek merupakan sebuah harga yang pantas untuk dibayarkan. 

 

Pantau terus yows.. 

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Manusia & TeknologiBy Ipung Chandra, Rti