Yesus menjanjikan kebahagiaan atau berkat bagi para pengikut-Nya, tapi kebahagiaan yang Ia ajarkan bertolak belakang 180 derajat dengan nilai-nilai dunia ini. Begitu bertolakbelakangnya nilai-nilai kerajaan Allah, sampai-sampai di akhir dari delapan ucapan bahagia ini Yesus mengatakan bahwa para pengikut-Nya akan dianiaya, dicela, dan difitnah oleh dunia. Itu sebabnya setelah mengakhiri delapan ucapan bahagia, Yesus langsung mulai melukiskan apa artinya hidup di tengah-tengah dunia yang sudah berbalik dari Tuhan.