Maka kebenaran akan selalu temukan penentang2 nya, yang siap menghadang dengan segala potensinya. Kita hanya perlu bertanya, lantas sudah benarkah kemana ilmu kita berpihak?
Kemana raga kita membela? Kemana tahta kita berguna? Kemana harta kita gunakan belanja? Dan.. kemana hati kita jatuh mencinta?
Masihkah cinta kepada dunia diatas cinta tunduknya seorang hamba? Ah.. Kita sering lupa, bahwa dunia lagi2 hanya sementara, namun dalam mengejarnya kita gunakan mata hati yang buta.