ME FIRST
Yesaya 14:13 (TB) Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Iblis yang disebut Lucifer punya karakter yang disebut "Me First" (Aku Yang Pertama). Ia maunya semuanya milik-ku, yang aku mau harus terjadi. Lihat saja dalam satu ayat tsb tiga kali ia berkata "Aku hendak". Aku hendak naik, Aku hendak mendirikan, Aku hendak duduk. Banyak orang yang berpikir egois seperti ini "me first" karena itulah natur umum manusia yang harus diubah. Allah punya karakter berkebalikan dengan Lucifer. Ia inginnya memberi. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah memberikan Putra Tunggal-Nya yang ada di pangkuan-Nya. Yohanes 1:18 (TB) Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Yohanes 3:16 (TB) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Orang percaya harus punya karakter Allah Bapa. Lukas 6:36 (TB) Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." Matius 5:45 (TB) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Jika selama ini kita berpikir "me first" maka hal itu harus diubah menjadi "others first" karena itulah karakter anak kerajaan Sorga. Filipi 2:1-5 (TB) 1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga..5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. (CS)