Saya katakan kepadanya, "Jangan engkau tutup pintu-pintu asa dan jangan melukai naluri obsesi. Jangan pula mengubur hidup-hidup janin kemauan. Sebab, selalu ada yang baru di bawah matahari. Yang telah berlalu jangan memengaruhimu dan jangan engkau bawa-bawa kesedihan masa lalu. Lihatlah ke dunia nyata dan rentangkan kedua tanganmu. Sebab, barang siapa yang melakukan yang demikian itu dengan serius dan sadar, maka dialah wanita yang teristimewa." (Sebuah kutipan mutiara indah dari buku berjudul Engkaulah Muslimah Paling Istimewa)