Sajak Kini

Memaafkan Diri yang Pernah Salah


Listen Later

✨ Sajak Kini – “Memaafkan Diri yang Pernah Salah”


Semakin dewasa, kita makin lihai menyimpan kesalahan—bukan kesalahan orang lain, melainkan milik kita sendiri yang diam-diam terus diingat, terutama saat malam terlalu sunyi. Kita mudah berkata “tidak apa-apa” pada orang lain, mudah memahami dan memaklumi mereka, namun saat berhadapan dengan diri sendiri, kita berubah menjadi hakim yang paling keras—mengulang-ulang kejadian lama, menyesali pilihan, dan terjebak pada kalimat “seharusnya” yang tak pernah selesai. Ada rasa malu yang tidak pernah diceritakan, penyesalan yang disimpan rapi di balik senyum, sementara hidup tetap berjalan seperti biasa.


Dewasa akhirnya mengajarkan bahwa terus-menerus menyalahkan diri sendiri tidak membuat segalanya membaik. Ada titik di mana kita perlu berhenti dan bertanya: berapa lama lagi kita akan menghukum diri sendiri? Karena memaafkan diri bukan tentang melupakan, melainkan memahami bahwa kita pernah melakukan yang terbaik dengan versi diri kita saat itu—yang sedang belajar, bukan sengaja menyakiti. Pelan-pelan, kita belajar berbicara lebih lembut pada diri sendiri, hingga akhirnya ada kelegaan kecil saat kita berani berkata: aku boleh salah, aku boleh lelah, aku boleh belum selesai—dan dunia tidak runtuh karenanya.


🎧 Sajak Kini – “Memaafkan Diri yang Pernah Salah”

✍️ Penulis : Ahmad Tri Hawaari

🎙️ Pengisi Suara : Sofie Aryati

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Sajak KiniBy Sajak Kini