Radio Rodja 756 AM

Memperbaiki Hal-hal yang Terlintas di Hati


Listen Later


Memperbaiki Hal-hal yang Terlintas di Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 22 Rabi’ul Akhir 1445 H / 6 November 2023 M.







Kajian Islam Ilmiah Tentang Memperbaiki Hal-hal yang Terlintas di Hati



Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:



إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ تَجَاوَزَ لِأُمَّتي عَمَّا حَدَّثَتْ به أَنْفُسَهَا، ما لَمْ تَعْمَلْ، أَوْ تَكَلَّمْ بهِ



“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla tidak menuliskan dosa untuk umatku apa yang dia ucapkan dalam hatinya selama dia tidak kerjakan atau dia tidak ucapkan.” (Muttafaq Alaihi, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).



Sesungguhnya prinsip amalan seseorang, baik atau buruknya, tergantung dari pikiran-pikiran yang berputar di dalam dadanya, kemudian pikiran-pikiran itu berubah menjadi keinginan, dan keinginan berubah menjadi amal perbuatan. Oleh karena itu, barang siapa yang bisa menjaga pikiran-pikiran tersebut dengan baik, ia menghalangi dan menjauhkan dari hatinya pikiran-pikiran buruk tersebut, maka hatinya akan selamat dari kehancuran dan kebinasaan. Tapi, barang siapa yang membiarkan pikiran-pikiran buruk terus merasuk hatinya, maka hal tersebut akan merusak dan membuahkan keburukan dan kerusakan yang besar.



Berkata Ibnul Qayyim Rahimahullah: Adapun pikiran-pikiran, maka perkaranya sangat berat, karena sumber kebaikan dan keburukan itu adalah pikiran. Darinya terlahirkan keinginan dan azam yang kuat. Maka, barang siapa yang memperhatikan pikiran-pikirannya, menjaga pikiran-pikirannya, ia akan menguasai dirinya, menguasai hawa nafsunya. Dan barang siapa yang terkalahkan oleh pikirannya, maka hawa nafsunya yang akan menguasainya. Dan barang siapa yang meremehkan pikiran-pikiran buruk, maka pikiran-pikiran buruk tersebut akan mengantarkannya kepada kebinasaan. Terus saja, pikiran-pikiran itu merasuk dalam hati, sampai berubah menjadi harapan-harapan dan impian-impian yang batil, seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka oleh orang-orang yang haus bahwa di sana ada air, sampai ketika ia ke sana tidak mendapatkan sesuatu, dan dia mendapati Allah di sisinya. Dan Allah memberi balasan yang sempurna. Dan Allah Maha cepat perhitungannya.



Dan kiat yang paling bermanfaat untuk seorang hamba dalam bab ini, yaitu seseorang membatasi pikiran-pikirannya pada empat perkara. Yang pertama, pikiran-pikiran yang mendatangkan manfaat dunianya. Yang kedua, pikiran-pikiran yang menghalangi darinya bahaya-bahaya dunianya. Yang ketiga, pikiran-pikiran yang mendatangkan manfaat akhiratnya. Dan yang keempat, pikiran-pikiran yang menolak darinya bahaya di akhirat. Apabila seseorang membatasi pikiran-pikirannya pada empat perkara ini, maka ia akan sukses dan bahagia di dunia dan di akhirat.



Berkata Ibnu Qayyim Rahimahullah: Hendaklah seorang membatasi pikiran-pikirannya pada empat perkara. Apabila terbatasi pada empat perkara ini, maka dia tidak akan terpikirkan perkara yang lain. Dan apabila pikiran-pikiran ini saling berkaitan, maka ia harus mendahulukan yang lebih penting daripada yang penting yang ditakutkan tidak ia dapatkan,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings