Memperbarui Keimanan dalam Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 17 Rabi’ul Awal 1445 H / 2 Oktober 2023 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Memperbarui Keimanan dalam Hati
Imam Al-Hakim Rahimahullah meriwayatkan dalam Kitab Mustadrak, juga Ath-Thabrani dalam Mu’jamnya, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasannya Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda:
إنَّ الإيمانَ ليَخلَقُ في جوفِ أحدِكم كما يَخْلَقُ الثوبُ ، فاسأَلوا اللهَ أن يُجدِّدَ الإيمانَ في قلوبِكم
“Sesungguhnya iman itu bisa menua di diri salah seorang di antara kalian sebagaimana tuanya pakaian. Maka mintalah agar Allah memperbaharui keimanan dalam hati-hati kalian.” (HR. Al-Hakim dan Ath-Thabrani)
Iman sebagaimana yang kita ketahui adalah seuatu yang paling berharga, paling penting, paling tinggi nilainya. Dengan iman itu kita bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dan dia beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (bahagia), dan sesungguhnya akan Kami beri balasan di akhirat nanti dengan sesungguhnya yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl[16]: 97)
Dengan keimanan, seseorang bisa masuk ke dalam surga, bisa selamat dari neraka, dan juga bisa melihat Allah ‘Azza wa Jalla pada hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman:
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ ﴿٢٢﴾ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ﴿٢٣﴾
“Wajah-wajah ketika itu (pada hari kiamat) berseri-seri karena melihat wajah Allah ‘Azza wa Jalla.” (QS. Al-Qiyamah[75]: 22-23)
Begitu juga Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bersabda:
إنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ يَومَ القِيَامَةِ
“Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)
Maksudnya adalah ahlul iman, yaitu orang-orang yang beriman. Dan sungguh iman ini mempunyai banyak sekali buah-buah yang indah dan pengaruh-pengaruh yang baik di dunia dan di akhirat.
Orang yang berakal adalah orang yang memperhatikan keimanannya dan menjadikan perhatian terbesarnya adalah menjaga keimanannya. Bagaimana tidak, keimanan adalah sesuatu yang paling berharga yang dimiliki oleh seseorang, dan ini kita bisa mengetahui ketika menyadari bahwa keimanan itu butuh untuk terus diperbaharui dan dijaga. Karena penghalang-penghalang dan perusak-perusak keimanan itu sangat banyak dan bermacam-macam. Dan perusak keimanan tersebut datang dari segala arah. Maka seseorang yang beriman perlu untuk terus memperhatikan, selalu sadar, dan berusaha untuk menjaga keimanannya.
Seseorang perlu berusaha untuk selalu menjaga dan memperbaiki keimanannya, menguatkan hubungan dengan Allah ‘Azza wa Jalla,