Radio Rodja 756 AM

Mencari Lailatul Qadar


Listen Later

Mencari Lailatul Qadar merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah pada Jum’at, 20 Ramadhan 1443 H / 22 April 2022 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Mencari Lailatul Qadar
Alhamdulillah sekarang sudah tanggal 20 Ramadhan, kalau di Saudi tanggal 21 Ramadhan. Tersisa untuk kita 10 hari lagi. MasyaAllah 10 hari terakhir ini merupakan hari-hari yang sangat berharga. Hari-hari yang tentunya kita berharap 10 hari ini bisa memaksimalkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Mencari Lailatul Qadar
Lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia sekali. Al-Qadar artinya takdir. Disebut lailatul qadar karena di malam itu Allah mentakdirkan takdir seluruh makhluk. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan demikian di dalam surat Ad-Dukhan:
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Di malam ditentukan semua urusan yang bijaksana.” (QS. Ad-Dukhan[44]: 4)
Maka itulah disebut dengan lailatul qadar (malam takdir).
Para ulama membagi takdir menjadi beberapa macam. Yang pertama adalah takdir yang sifatnya umum. Ini adalah yang Allah tuliskan dalam Lauhul Mahfudz.
Ada lagi takdir seumur hidup. Ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tuliskan di dalam janin. Ketika dia seorang bayi berada di perut ibunya yang berumur bulan 120 hari.
Kemudian ada lagi yang disebut dengan takdir tahunan. Takdir tahunan ini yang terjadi pada malam lailatul qadar.
Dan ada lagi yang disebut dengan takdir setiap hari. Ini yang ditunjukkan oleh Allah dalam surah Ar-Rahman. Allah Ta’ala berfirman:
كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ
“Setiap harinya Allah berada dalam kesibukan.” (QS. Ar-Rahman[55]: 29)
Artinya Allah memberikan rezeki ini, memuliakan ini, merendahkan ini.
Inilah kenapa disebut dengan lailatul qadar. Yaitu karena dimalam itu Allah mentakdirkan takdir seluruh makhluk yang disebut dengan takdir sanawi (takdir setiap tahun). Dan takdir tahunan ini merupakan perincian dari takdir yang telah Allah tuliskan dalam Lauhul Mahfudz.
Keistimewaan Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan keistimewaan lailatul qadar dalam surah Al-Qadar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ‎﴿١﴾
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an di malam qadar.” (QS. Al-Qadr[97]: 1)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ‎﴿٢﴾
“Tahukah kalian apa itu lailatul qadar?” (QS. Al-Qadr[97]: 2)
Lebih baik dari seribu bulan
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ‎﴿٣﴾
“Malam qadar itu lebih baik daripada 1.000 bulan.” (QS. Al-Qadr[97]: 3)
Banyak ahli tafsir mengatakan artinya bahwa beramal shalih di malam itu sama dengan beramal shalih selama seribu bulan.
Imam Malik meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diperlihatkan oleh Allah umur umat Islam. Lalu diperlihatkan oleh Allah orang-orang sebelum umat Islam. Dan ternyata umur Islam sangat pendek sekali dibandingkan dengan umur orang-orang sebelum umat Islam.
Sehingga kesempatan untuk beramal shalihnya sedikit. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merasa sedih. Maka Allah pun kemudian memberikan hadiah lailatul qadar. Namun sayang riwayat ini dhaif.
Akan tetapi Imam Asy-Syaukani mengatakan bahwa hadits ini mempunyai jalan-jalan lain yang menurut beliau itu bisa mengangkatnya.
Jadi lailatul qadar ini adalah pemberian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang luar biasa. Dimana satu malam senilai 83 tahun. Beribadah dimalam itu sama dengan beribadah 1.000 bulan.
Ini keistimewaan dan pemberian dari Allah untuk kita umat Islam yang Allah tidak berikan kepada umat-umat sebelum umat Islam.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings