Radio Rodja 756 AM

Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya


Listen Later


Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Sabtu, 15 Rabi’ul Awal 1445 H / 30 September 2023 M.



Kajian Tentang Mencintai Rasulullah, Meneladani dan Mengamalkan Sunnahnya



Mencintai Rasulullah ‘Alaihish Shalatu was Salam adalah kewajiban setiap muslim. Siapa yang tidak mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka mungkin ia bukan muslim, karena muslim tidak mungkin membenci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah konsekuensi iman. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:



لَا يُؤْمِنُ أحَدُكُمْ، حتَّى أكُونَ أحَبَّ إلَيْهِ مِن والِدِهِ ووَلَدِهِ والنَّاسِ أجْمَعِينَ.



“Tidak beriman seseorang dari kalian sampai aku lebih ia cintai dari anaknya, dari orang tuanya, dan dari seluruh manusia.” (HR. Bukhari)



Maka ketika kita lebih mencintai anak, orang tua dan dari seluruh manusia, daripada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ini musibah untuk agama kita. Allah mengancam dalam surah At-Taubah bagi mereka yang lebih mencintai selain Allah dan RasulNya. Allah Ta’ala berfirman:



قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ



“Katakanlah: ‘jika ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, keluargamu, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian ridhai, adalah lebih kalian cintai daripada mencintai Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan urusannyaNya.’ Dan Allah tidak memberi hidayah kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah[9]: 24)



Allah menyebutkan bahwa orang yang lebih mencintai bapaknya, anaknya, keluarganya, teman-temannya, istrinya, perniagaannya, jika ternyata itu lebih ia cintai daripada Allah dan RasulNya, maka Allah menganggap mereka fasik. Dan Allah tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang fasik.



Berarti ini menunjukkan bahwa kecintaan kita kepada Allah dan RasulNya harus melebihi segala-galanya. Ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Demi Allah, Hai Rasulullah, engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu, kecuali dari diriku sendiri.” Apa kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?



لا والذي نفسي بيده، حتى أكون أحب إليك من نفسك



“Belum (sempurna imanmu Hai Umar), sampai aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri.”



Maka ‘Umar bin Khattab berkata: “Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu sampai dari diriku sendiri.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:



الآن يا عمر



“Sekarang imanmu sempurna, Umar.” (HR. Bukhari)



Subhanallah, saudaraku seiman, berarti mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu hukumnya wajib, bukan sunah. Bahkan itu merupakan konsekuensi iman. Iman kita tidak sempurna kalau ternyata masih ada yang lebih kita cintai daripada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings