Mencintai Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 19 Jumadal Akhir 1445 H / 01 Januari 2024 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Mencintai Sifat-Sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala
Dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
إن لله تِسْعَةً، وتِسْعِينَ، اسْمًا، مِائَةً إلا واحدا مَنْ أَحْصَاهَا دخل الجنة
“Sungguhnya Allah mempunyai 99 nama, 100 kurang satu. Barangsiapa yang menghafal dan menguasainya, dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Juga dari sahabat Abdullah bin Masud Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah seorang tertimpa kesedihan kemudian berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِـيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِـيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَداً مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي، وَنُوْرَ صَدْرِي، وَجَلاَءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu, anak hamba perempuanMu. Ubun-ubunku berada di tanganMu, keputusanMu tetap berlaku kepadaku, adil semua takdirMu. Aku memohon dengan semua namaMu, nama yang Engkau berikan nama itu kepada diriMu, atau Engkau ajarkan salah seorang dari makhlukMu, atau Engkau turunkan di dalam kitabMu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib di sisiMu. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pengusir kegalauanku.’ Barangsiapa yang membaca doa tadi, Allah akan menghilangkan kesedihan dan kegundahannya, dan Allah akan menggantikannya dengan kebahagiaan.”
Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam ditanya: ‘Wahai Rasulullah, tidakkah kami mempelajarinya?’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: ‘Seyogyanya bagi siapapun yang mendengarnya untuk menghafalnya dan mempelajarinya.'” (HR. Ahmad)
Juga dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengutus seseorang di satu pasukan perang, dan orang tersebut selalu membaca di dalam shalatnya surah dan menutup dengan Al-Ikhlas. Ketika pasukan perang tersebut kembali kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka melaporkan apa yang ia lakukan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: “Tanya kenapa dia melakukan hal tersebut.” Orang-orang yang melaporkan tadi pun bertanya kepada orang tersebut, ia menjawab: “Karena Al-Ikhlas adalah sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha Penyayang. Aku suka membaca surat tersebut.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:
أخبِروه أنَّ اللهَ يُحِبُّه
“Beritahukan kepadaNya sesungguhnya Allah juga menyukainya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits lain, Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam mengata...