Ke-aku-an masih menjadi ilusi kita, yang memberikan ekspektasi pada apa saja yang di luar kita, hingga saat ketidaksesuaian ekspektasi terjadi, muncul pikiran "aku disakiti".
Ke-aku-an masih menjadi ilusi kita, yang memberikan ekspektasi pada apa saja yang di luar kita, hingga saat ketidaksesuaian ekspektasi terjadi, muncul pikiran "aku disakiti".