"Tak perlu menunggu jadi priayi untuk bersuara, sayang." Isi kepala sudah cukup penuh, hingga perlu dikeluarkan melalui suara. Rencanya cuma mau berkelakar di tengah prahara negara ini yany lucu cekut-cekut gimana gitu. Eh tapi gak lucu, jadinya cuma bisa bersuara saja seperti beo. Tapi meskipun jadi beo, saya tahu betul sedang bersuara apa. Jadi, monggo didengarkan saja.