
Sign up to save your podcasts
Or


Saudara, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut realisasi belanja pemerintah daerah menjelang tutup buku masih rendah.
Data Kemendagri mencatat realisasi belanja APBD provinsi, kabupaten dan kota baru mencapai 778 triliun rupiah lebih, atau sekitar 61 persen, hingga minggu ketiga November.
Artinya, belanja daerah masih di bawah realisasi belanja nasional yang telah melebihi angka
70 persen.
Padahal realisasi anggaran daerah ini menjadi salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi.
Lantas, apa kendala pemerintah daerah merealisasikan anggaran mereka? Apa saja upaya pemerintah menyerap anggaran daerah yang berkualitas hingga akhir tahun nanti?
Kita bahas selengkapnya di KBR Sore.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]
By KBR PrimeSaudara, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebut realisasi belanja pemerintah daerah menjelang tutup buku masih rendah.
Data Kemendagri mencatat realisasi belanja APBD provinsi, kabupaten dan kota baru mencapai 778 triliun rupiah lebih, atau sekitar 61 persen, hingga minggu ketiga November.
Artinya, belanja daerah masih di bawah realisasi belanja nasional yang telah melebihi angka
70 persen.
Padahal realisasi anggaran daerah ini menjadi salah satu faktor penunjang pertumbuhan ekonomi.
Lantas, apa kendala pemerintah daerah merealisasikan anggaran mereka? Apa saja upaya pemerintah menyerap anggaran daerah yang berkualitas hingga akhir tahun nanti?
Kita bahas selengkapnya di KBR Sore.
*Kami ingin mendengar saran dan komentar kamu terkait podcast yang baru saja kamu simak, melalui surel ke [email protected]