Radio Rodja 756 AM

Mengajarkan Iman Sebelum Al-Qur’an


Listen Later

Mengajarkan Iman Sebelum Al-Qur’an ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 17 Muharram 1444 H / 15 Agustus 2022 M.

Kajian Tentang Mengajarkan Iman Sebelum Al-Qur’an
Apa maksud mengajarkan iman sebelum Al-Qur’an? Bukankah iman diambil dari Al-Qur’an? Bukankah Al-Qur’an itu mengandung pelajaran keimanan? Sebelum kita menjawab pertanyaan ini, kita perlu tahu bahwa mendidik anak membutuhkan tahapan. Karena shalih dan shalihahnya anak itu bukan sesuatu yang instan. Mendidik itu tidak mendadak.
Tahapan-tahapan mendidik anak itu ada yang benar dan ada yang tidak benar. Tahapan yang benar adalah tahapan yang dipraktikkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam manakala beliau mendidik para sahabatnya. Tahapan yang sudah dipraktikkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itulah yang benar dan terbaik. Karena tahapan itu berlandaskan wahyu. Berarti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjalankan itu dengan bimbingan dan arahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka pasti itulah yang terbaik dan sudah terbukti keberhasilannya dalam mencetak generasi sahabat yang hebat.
Maka dari itu sebenarnya aneh ketika ada muslim yang lebih suka menggunakan metode dari non muslim. Dimana metode dari negara barat itu tidak berdasarkan wahyu dan belum terbukti menghasilkan generasi hebat.
Inilah metode terbaik dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang sumbernya wahyu, sudah terbukti sukses, kok malah ditinggalkan? Tentu ini aneh.
Seperti apa tahapan yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Jundub bin Abdullah Radhiyallahu ‘Anhu memaparkan tahapan tersebut,
«كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌وَنَحْنُ ‌فِتْيَانٌ ‌حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا»
“Dahulu saat kami masih anak-anak bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kami belajar iman sebelum belajar Al-Qur’an. Setelah itu kami baru belajar Al-Qur’an. Sehingga iman kami pun semakin bertambah kuat.” (HR. Ibn Majah dan dinilai sahih oleh al-Albaniy)
Yang dimaksud belajar iman adalah belajar nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an, itu seharusnya didahulukan sebelum mengajarkan cara membaca Al-Qur’an. Sehingga di saat anak mulai belajar makharijul huruf, tajwid dan cara yang benar dalam membaca Al-Qur’an, saat itu anak sudah mengerti secara global ajaran yang terkandung di dalam ayat-ayat yang dipelajarinya.
Ibn Umar Radhiyallahu ‘Anhuma menuturkan,
«‌لَقَدْ ‌عِشْنَا ‌بُرْهَةً ‌مِنْ ‌دَهْرِنَا، وَأَحَدُنَا يُؤْتَى الْإِيمَانَ قَبْلَ الْقُرْآنِ، وَتَنْزِلُ السُّورَةُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَتَعَلَّمُ حَلَالَهَا وَحَرَامَهَا، وَآمِرَهَا وَزَاجِرَهَا، وَمَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهَا، كَمَا تَعَلَّمُونَ أَنْتُمُ الْيَوْمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ لَقَدْ رَأَيْتُ الْيَوْمَ رِجَالًا يُؤْتَى أَحَدُهُمُ الْقُرْآنَ قَبْلَ الْإِيمَانِ، فَيَقْرَأُ مَا بَيْنَ فَاتِحَتِهِ إِلَى خَاتِمَتِهِ مَا يَدْرِي مَا آمِرُهُ وَلَا زَاجِرُهُ، وَلَا مَا يَنْبَغِي أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ مِنْهُ»
“Kami mengalami masa di mana kami belajar iman sebelum belajar Al-Qur’an. Saat diturunkan surah Al-Qur’an kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kami mempelajari hukum halal dan haram yang terkandung di dalamnya. Juga perintah dan larangannya. Serta aturan-aturan yang harus dipatuhi. Seperti detilnya kalian sekarang mempelajari cara membaca Al-Qur...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings