MENGEMBANGKAN KODRAT ILAHI
Matius 25:26-27 (TB) 26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Matthew 25:26-27 (The Message) 26-27 “The master was furious. ‘That’s a terrible way to live! It’s criminal to live cautiously like that! If you knew I was after the best, why did you do less than the least? The least you could have done would have been to invest the sum with the bankers, where at least I would have gotten a little interest. ("Sang Tuan sangat marah. Itu cara hidup yang mengerikan! Cara hidup berhati-hati seperti itu adalah tindakan kriminal! Jika kamu tahu aku mengejar apa yang terbaik, kenapa kamu melakukan kurang dari yang apa yang paling kecil? Paling tidak yang kamu bisa lakukan adalah berinvestasi dengan para bankir, di mana setidaknya aku akan mendapatkan sedikit bunga).
Tuannya begitu marah atau murka (Inggeris: Furious) kepada hamba yang menerima satu talenta tetapi tidak mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada-nya. Hamba yang menerima satu talenta tidak mengembangkan talenta yang diberikan kepadanya seperti hamba yg menerima 2 dan 5 talenta. Apa yang dilakukan hamba yang menerima satu talenta ini adalah cara hidup mengerikan dan sangat buruk. Cara hidup yang "berhati-hati" seperti ini di mata Tuhan adalah kriminal atau tindak kejahatan yang patut dihukum. Si hamba yang menerima satu talenta ini tidak melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Ini bukan sekedar sebuah kelalaian tetapi sebuah kejahatan. Itulah sebabnya Tuannya berkata kepadanya "Hamba yang jahat dan malas".
Pertanyaannya adalah apa yang dimaksud dengan talenta tsb? Talenta yang dimaksud pasti bukan sekedar bakat atau karunia apalagi uang. Karena jika hanya sebuah bakat atau uang pasti hukumannya tidak seberat itu jika ia tidak mengembangkannya. Ini hukumannya begitu berat (Matius 25:25-30). Jadi hal ini pasti berhubungan dengan kekekalan ( Matius 13:10-12).
Jadi, jika seseorang tidak mengembangkan kodrat ilahi yang ada padanya pada waktu ia percaya Tuhan Yesus akan berakibat fatal di kekekalan yaitu dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. (Matius 25:30).
Kemampuan atau potensi mengembangkan kodrat ilahi dianugerahkan kepada orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Ada 4 fasilitas keselamatan yang Tuhan berikan yang harus diresponse dengan serius yaitu: PENEBUSAN, INJIL, ROH KUDUS, PENGGARAPAN ALLAH.
Mari kita kembangkan kodrat ilahi yang ada dalam diri kita dengan serius karena ini adalah harta abadi kita. (CS)