Radio Rodja 756 AM

Menggali Potensi Anak


Listen Later


Menggali Potensi Anak ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin , 17 Rajab 1445 H / 29 Januari 2024 M.







Kajian Tentang Menggali Potensi Anak



Kita masih membahas fikih pendidikan anak, serial nomor 188 dengan judul “Menggali Potensi Anak.”



Ketika mencermati kehidupan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita akan menemukan bahwa mereka memiliki keunggulan yang beragam. Antara satu orang dengan orang lain, keunggulannya bisa berbeda-beda. Misalnya, ada yang menjadi pemimpin seperti empat Khulafaur Rasyidin, seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiyallahu ‘Anhum.



Ada yang menjadi juru dakwah. Contohnya, Mus’ab bin Umair yang dikirim ke Madinah, sedangkan Mu’adz bin Jabal pernah dikirim ke Yaman oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



Ada juga yang menjadi pedagang kaya raya, seperti Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘Anhu. Kepiawaian beliau dalam berbisnis membuatnya sangat diakui. Kata para ahli sejarah, jika Abdurrahman ini membuka batu, di bawahnya pasti ada “emas.” Ini hanyalah sebuah perumpamaan untuk menggambarkan keahlian beliau dalam berbisnis. Apa pun yang dikerjakannya, selalu menghasilkan, seolah-olah membuka batu di bawahnya selalu menemukan emas. Ini hanyalah kiasan untuk menyatakan betapa mahirnya beliau dalam memilih lahan bisnis.



Selain itu, ada juga yang menjadi panglima perang yang sangat terkenal. Musuh begitu mendengar namanya saja sudah takut. Salah satu contohnya adalah Khalid bin Walid Radhiyallahu ‘Anhu.



Menariknya, masing-masing dari profesi tadi: pemimpin, da’i, saudagar, dan panglima perang, semuanya menonjol dalam menjalankan aktivitasnya. Ini patut kita cermati bagaimana Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghasilkan -dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla- manusia-manusia yang sangat ahli di bidang yang berbeda-beda.



Semuanya dimulai dari kelahiran anak-anak kita. Perhatikanlah, setiap anak yang lahir memiliki potensi, minat, dan kecenderungan masing-masing. Seringkali, meskipun memiliki orang tua yang sama, namun anak-anak memiliki hobi, minat, dan kecenderungan yang berbeda-beda. Kesalahan sebagian orang tua adalah memaksakan anak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan minatnya. Bahkan, ada yang mengharuskan anak mengikuti jejak pekerjaan orang tua. Misalnya, jika ayahnya dokter, anaknya diharapkan juga menjadi dokter; jika ayahnya pilot, anaknya diharapkan juga menjadi pilot, dan sebagainya.



Langkah Praktis Menggali Potensi Anak



Lalu, bagaimana kita menggali potensi mereka? Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diambil.



Langkah pertama, bangunlah pondasi yang kuat. Khalid bin Walid sebagai panglima, Abdurrahman bin Auf sebagai saudagar, dan Muadz sebagai dai, semuanya memiliki profesi berbeda, namun mereka memiliki kesamaan. Mereka semua memiliki keimanan yang kuat.



Oleh karena itu, langkah pertama yang harus kita ambil untuk menemukan potensi anak kita adalah membangun aqidah yang kuat dalam diri mereka. Hal ini penting agar anak, apa pun profesi yang akan dijalani nantinya, tetap menjaga keimanannya. Entah ia menjadi polisi, insinyur, dokter, presiden, atau profesi lainnya, pondasinya harus kuat agar tidak mudah korupsi atau terpengaruh oleh lin...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings