Mengisi Hati dengan Keimanan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 16 Sya’ban 1445 H / 26 Februari 2024 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Mengisi Hati dengan Keimanan
Dari sahabat Abu Barzakh Al-Islami Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ، وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ: لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِع اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ
“Wahai orang-orang yang mengaku beriman dengan lisannya, tapi iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengghibah kaum muslimin, janganlah kalian mencari-cari kekurangan-kekurangan mereka, karena barang siapa yang mencari kekurangan-kekurangan kaum muslimin, maka Allah akan mencari kekurangannya. Dan barangsiapa yang dicari oleh Allah auratnya dan kekurangannya, maka Allah akan membuka aibnya, meskipun dia berada di rumahnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Dan iman belum masuk ke dalam hatinya,” ini semakna dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla,
قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Orang-orang Arab Badui mengatakan, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah, ‘Kalian belum beriman, akan tetapi katakanlah: ‘Saya sudah masuk Islam.’ Dan iman itu belum masuk ke dalam hati-hati kalian. Dan jika kalian taat kepada Allah dan RasulNya, maka tidak akan terkurangi sedikit pun dari pahala amalan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat[49]: 14)
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya; kemudian mereka tidak ragu sedikit pun, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah; mereka adalah orang-orang yang jujur.” (QS. Al-Hujurat[49]: 15)
Ayat ini turun kepada sekelompok Arab Badui yang mengaku telah sampai kepada tingkatan keimanan, padahal belum mereka capai. Mereka diberi pelajaran dan diberi kabar bahwa mereka belum sampai kepada tingkatan iman. Allah mengatakan, “Katakanlah kalian belum sampai ke derajat keimanan, tapi cukup kalian mengatakan: ‘Kami telah masuk ke dalam Islam,’ dan iman belum masuk ke dalam hati kalian.” Maksudnya adalah kalian belum sampai kepada hakikat keimanan dan belum kuat keimanan tersebut di hati-hati kalian. Karena lafadz Lamma (لَمَّا) artinya menafikan sesuatu yang sudah dekat terjadi dan kebanyakan akan terjadi.
Maka yang dimaksud dengan ayat tadi, bahwa iman itu akan masuk ke dalam hati mereka sebentar lagi.