Radio Rodja 756 AM

Mengubah Cara Pandang yang Mungkin Salah


Listen Later


Mengubah Cara Pandang yang Mungkin Salah merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 25 Rabi’ul Awal 1445 H / 10 Oktober 2023 M.







Kajian Tentang Mengubah Cara Pandang yang Mungkin Salah



Di antara perkara yang penting dalam membangun interaksi dengan para remaja adalah bagaimana orang tua ataupun para pendidik (para guru) mengubah cara berpikir mereka terhadap remaja. Sebab ketika cara berpikirnya berubah, maka berubah pula cara pandang dan cara berinteraksi dengan anak remaja ini. Ada persepsi bahwa usia remaja adalah usia yang penuh dengan masalah. Maka ketika melihat remaja, seolah-olah melihat masalah, sehingga para pendidik dan orang tua melakukan kegiatan pendidikan yang tidak efektif dari sudut pandang remaja. Ini tentunya akan mempengaruhi bagaimana orang tua dan guru untuk bisa melakukan pendekatan kepada para remaja. Cara yang salah membuat mereka merasa tidak nyaman dan justru semakin menjauh. Oleh karena itu, orang tua dan para guru harus memiliki cara pandang yang benar di dalam menghadapi mereka.



Di antara persepsi atau cara pandang yang salah adalah anggapan bahwa masa remaja adalah masa keresahan dan keguncangan, yang menurut sebagian orang mencapai tingkatan hampir mirip dengan penyakit jiwa. Indikasinya seperti susah diatur dan suka memberontak. Fase ini, kata mereka, adalah fase yang pasti dilewati oleh anak-anak remaja. Sehingga mereka menganggap bahwa keguncangan ataupun keresahan yang ada pada remaja itu sesuatu yang normal. Ini cara pandang sebagian orang sehingga di luar sana mereka menyebut masa remaja itu dalam masa kegilaan. Banyak orang tua dan para guru menganggap biasa ataupun banyak mentolerir perkara-perkara yang sebenarnya itu tidak normal. Kita lihat fenomena-fenomena yang terjadi di kalangan remaja, misalnya budaya tawuran, bullying, dan lain-lain sebagainya.



Jadi, dianggap bahwa masa remaja dalam masa yang penuh dengan keresahan dan keguncangan mental. Persepsi yang salah ini sering dijadikan sebagai dalih pembenaran oleh para orang tua dan para pendidik atas perilaku buruk anak remaja, dengan alasan mereka masih remaja, sehingga memberikan toleransi kepada mereka yang kadang-kadang kebablasan. Akhirnya, banyak pihak yang terkecoh karena pandang yang salah ini, hingga menilai remaja itu sama seperti orang yang sedang terguncang ataupun masih labil jiwanya, sehingga tidak bisa dikatakan salah.



Lalu para remaja mendengarkan pembenaran tersebut dari mulut orang tua dan guru, sehingga secara tidak langsung mereka juga mempercayai hal itu, lalu membias pada perilaku mereka atau juga yang mereka dapati melalui tontonan-tontonan tentang masa remaja yang penuh dengan kegilaan ataupun hal-hal yang di luar nalar, kenekatan, dan lain sebagainya. Jadilah itu suatu hal yang lumrah bagi seorang remaja. Ini berangkat dari cara pandang yang salah. Akibatnya, masa remaja pun menjadi pemicu untuk berlaku keliru dan tidak peduli. Sehingga mereka pun terabaikan saat mencapai masa-masa awal remaja, dan ironisnya, keadaan ini bisa berlanjut seumur hidupnya.



Maka kita katakan, sebagian orang tua, secara berlebihan menyebut remaja sebagai masa-masa susah diatur. Maka, ketika melihat anak remajanya susah diatur, dia pun mengabaikannya seolah berkata: “Ya sudah, namanya remaja.” Padahal tidak semestinya seperti itu. Bahkan dikalangan psikolog Barat, mereka menyebut fase remaja sebagai madness (fase gila). Artinya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings