Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Dengan Yakin merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 20 Jumadil Akhir 1443 H / 23 Januari 2022 M.
Kajian sebelumnya: Bertemu dengan Allah Membawa Keimanan Tanpa Keraguan
Kajian Hadits Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah Dengan Yakin
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, saat itu ada Abu Bakar, Umar dan beberapa sahabat yang lain. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun bangkitlah dari tengah-tengah kami karena hendak buang hajat, dan beliau lama tidak kembali. Maka kami merasa khawatir jika terjadi sesuatu pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan kami pun merasa ketakutan jangan-jangan terjadi sesuatu pada Rasulullah. Maka kami pun kemudian bangkitlah dan aku orang yang pertama kali merasa khawatir.
Aku pun keluar untuk mencari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, hingga aku pun mendatangi sebuah kebun yang dipagari milik kaum Anshar dari Bani Najjar. Maka aku mengelilinginya barangkali aku bisa mendapatkan pintu untuk masuk dan ternyata tidak ada. Ternyata ada selokan yang masuk ke dalam kebun tersebut dari sebuah sumur yang ada di luar dimana selokan ini memang untuk pengaliran air. Maka akupun meringkuk untuk masuk, lalu aku pun masuk. Ternyata di situ ada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sedang buang hajat.
Maka Rasulullah bersabda: ‘Apakah itu Abu Hurairah?’ Aku berkata: ‘Iya wahai Rasulullah.’ Rasulullah bertanya: ‘Ada apa dengan kamu?’ Aku berkata: ‘Engkau tadi berada di tengah-tengah kami dan lalu engkau pergi namun engkau lambat tidak pulang-pulang, kami khawatir terjadi sesuatu pada dirimu. Maka kami pun merasa ketakutan dan aku yang pertama kali ketakutan. Maka aku mendatangi kebun ini dan menyelinap masuk melewati selokan itu seperti halnya musang. Dan orang-orang ada di belakangku menyusul.’
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Wahai Abu Hurairah…’ Sambil beliau memberikan kepadaku dua sendalnya. Kemudian beliau bersabda:
اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْنِ فَمَنْ لَقِيتَ, مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ.
‘Pergilah dengan membawa dua sendalku ini. Siapa saja yang kamu temui di belakang tembok ini yang ia bersyahadat Laa Ilaaha Illallah dalam keadaan hatinya betul-betul yakin dalam syahadatnya, maka berikan kabar gembira kepadanya dengan surga.’
Maka Abu Hurairah pergilah membawa dua sendal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka yang pertama kali aku temui adalah Umar. Lalu Umar bertanya: ‘Ini dua sendal siapa hai Abu Hurairah?’
‘Ini dua sendal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutusku dengan membawa dua sendal ini untuk memberikan kabar gembira kepada setiap yang aku temui yang dia bersyahadat Laa Ilaaha Illallah dalam keadaan hatinya yakin, aku berikan kabar gembira dengan surga.’
Maka Umar pun kemudian mendorong dadaku sehingga aku pun jatuh diatas pantatku. Lalu Umar berkata: ‘Kembalilah kamu kepada Rasulullah, hai Abu Hurairah.’ Maka aku pun kembalilah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka aku pun menangis. Sementara Umar mengikutiku di belakangku.