MENJADI JURU BICARA TUHAN
1 Petrus 4:11 (TB) Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Biasanya yang menyampaikan Firman Tuhan di gereja adalah pendeta atau mereka yang sudah belajar teologi di sekolah Tinggi Teologia.
Sesungguhnya semua orang Kristen adalah juru bicaranya Tuhan yang menyampaikan khabar baik kepada semua orang. Orang percaya pasti berbicara atau berkomunikasi dengan orang lain. Kita sebagai orang tua berbicara kepada anaknya waktu menasihati anaknya.
Untuk bisa menjadi jurubicaranya Tuhan, kita harus menjaga mulut kita setiap saat. Jangan berkata atau memberi komentar sembarangan. Semua harus sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
Jika kita lakukan itu kita akan memuliakan Tuhan bukan saja waktu kita berkhotbah tetapi juga ketika kita berbicara kepada orang dalam keseharian kita.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
1 Korintus 6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
RAHASIA MENJADI JURUBICARA TUHAN
Kolose 3:16 (TB) Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
Apa yang keluar dari mulut keluar dari hati.
Matius 15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Untuk bisa menjadi jurubicara Tuhan hati kita harus penuh dengan Firman Tuhan sehingga yang keluar adalah perkataan yang menguatkan dan mengubahkan orang.
Hati kita bisa penuh dengan Firman jika diisi dengan Firman Tuhan.
Rasul Paulus menasihati jemaat Kolose untuk mengisi hatinya dengan perkataan Kristus atau Firman Tuhan sejati dengan segala kekayaannya sehingga cakap mengajar dan menegur org lain.
Hati juga harus dilatih untuk menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian syukur serta ucapan syukur sehingga memperindah perkataan kita sebagai jurubicara-Nya.
Saya memperhatikan ada org-org kristen tertentu ketika berbicara selalu ketus, nyolot disertai nada tinggi sehingga membuat org yg berbicara kepadanya tidak nyaman.
Org percaya hrs menyadari hal ini jika terjadi atas dirinya karena ia adalah jurubicara Tuhan yg mewakili Tuhan. (CS)