Menumbuhkan Kepedulian Sosial Pada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa 27 Rabi’ul Awal 1443H / 02 November 2021.
Kajian sebelumnya: Memotivasi Anak Menjadi Pribadi Yang Kuat
Kajian Islam Ilmiah Tentang Menumbuhkan Kepedulian Sosial Pada Anak
Pesan untuk berbuat baik kepada teman dan tetangga adalah perkara yang berkaitan dengan habluminannas. Anak-anak harus diajari, didik, diarahkan bagaimana dia membangun hubungan dengan orang-orang sekitar. Misalnya dengan temannya, dengan tetangga, dengan orang-orang yang ada di dekatnya. Ini penting bagi anak tersebut, hingga dia memiliki attitude/perangai/adab yang baik ketika berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berkata:
خَيْرُ الْأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ وَخَيْرُ الْجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ
“Sebaik-baik sahabat disisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya, sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya.” (HR. Tirmidzi)
Ini berisi pesan kepada kita semua agar menjadi orang yang baik kepada sahabat dan juga kepada tetangga. Mereka adalah orang-orang yang kerap kali berhubungan dengan kita di dalam hidup. Dan anak-anak harus dilatih untuk bisa memiliki adab dan etika yang baik ketika bergaul dengan temannya. Jangan biarkan anak suka mengganggu temannya.
Sebagian orang tua bangga karena anaknya berani mengganggu dan menyakiti temannya. Ini tentunya tidak mendidik dan menunjukkan gagalnya orang tua melatih anak untuk memiliki adab dan etika yang baik. Jangan dibiarkan anak memiliki perangai seperti itu.
Apa yang kita biasa tanamkan pada anak itu yang akan dia bawa nanti ketika dewasa. Jadi perlu diarahkan sejak kecil untuk memiliki adab dan akhlak yang baik ketika bergaul. Perhatikan sikap dan prilakunya.
Ini adalah hadits yang mungkin bisa kita sampaikan kepada anak-anak supaya dia bisa menjadi sahabat yang terbaik bagi sahabatnya dan tetangga yang baik bagi tetangganya.
Kemudian di antaranya juga hadits Nabi yang mendorong anak kita supaya menjadi anak yang berguna bagi sesama, ringan tangan membantu, melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, menyebarkan kebaikan ke tengah-tengah manusia. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.” (HR. Thabrani)
Dalam hadits lain dengan redaksi yang lain pula, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Hamba yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani)
Maka kita mendorong anak supaya menjadi anak yang berguna manusia, khususnya bagi kaum muslimin. Dorong dia untuk banyak berkarya untuk kemaslahatan umat manusia, menjadikan anak ini menjadi anak yang ringan tangan. Jelaskan juga kepadanya bahwa membantu sesama adalah sebab turunnya bantuan Allah kepadanya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
وَاللهُ فِيْ عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
“Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)
Maka biasakan anak dengan amal-amal kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain. Sampaikan juga kepadanya hadits seorang laki-laki yang ...