Dalam kisah Rumi, orang-orang yang belajar ilmu yang banyak tapi tidak menemukan makna kehidupan, sama seperti si pintar di pinggir jalan.
Ia bisa memberikan nasihat kepada petani tentang pemecahan hal yang sepele tetapi tidak mampu memberikan jawaban atas masalah kehidupan yang dihadapinya.
(KH Jalaluddin Rakhmat,Meraih Cinta Ilahi,hal.117)