Radio Rodja 756 AM

Merealisasikan Tauhid Dengan Sebenar-Benarnya


Listen Later

Merealisasikan Tauhid Dengan Sebenar-Benarnya adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Rabu, 06 Rabiul Awal 1443 H / 13 Oktober 2021 M.
Kajian Tentang Merealisasikan Tauhid Dengan Sebenar-Benarnya
Yang dimaksud merealisasikan tauhid adalah memurnikan dan membersihkannya dari kotoran-kotoran kesyirikan, perbuatan bid’ah dan maksiat.
Kalau kita perhatikan bab ini termasuk daripada keutamaan tauhid sebagaimana bab yang pertama. Namun ini disendirikan karena agungnya bab ini serta keutamaan paling tinggi dari keutamaan tauhid.
Setiap muslim mendapatkan keutamaan tauhid. Entah itu mendapatkan keamanan, petunjuk, masuk surga, diharamkan dari neraka, ataupun diberatkan timbangan dan diampuni dosa. Tetapi ada keutamaan khusus yang tidak dimiliki oleh semua orang, yaitu orang-orang yang benar-benar merealisasikan tauhid, benar-benar menerapkan kewajiban-kewajiban dari dua kalimat syahadat.
Kewajiban dari ‘Asyhadu allaa ilaaha illallaah’ adalah tidak beribadah kecuali hanya kepada Allah. Dan kewajiban dari ‘Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah’ adalah tidak beribadah kepada Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Inilah yang disebut dengan menerapkan tauhid dengan sebenar-benarnya. Tentu tidak semua orang bisa menerapkan hal itu.
Maka para ulama mengatakan bahwa penerapan tauhid yang sebenarnya adalah dengan cara:

* meninggalkan segala macam kesyirikan, baik syirik besar ataupun syirik kecil,
* meninggalkan perbuatan bid’ah dengan segala macam jenis perbuatan bid’ah,
* meninggalkan maksiat dengan segala macam jenis maksiat.

Dengan demikian maka seseorang benar-benar menerapkan tauhid. Dan dengan itulah dia akan mendapatkan keutamaan yang paling istimewa dari tauhid, yaitu masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab.
Bisa saja seorang muslim mendapatkan keutamaan tauhid. Tapi mungkin dia dipenuhi dengan maksiat, dipenuhi dengan perbuatan bid’ah. Tentunya berbeda dengan yang benar-benar menerapkan tauhid. Sehingga dirinya terlepas dari kesyirikan (besar atau kecil), terlepas dari perbuatan bid’ah, dan terlepas dari perbuatan maksiat.
Sifat Nabi Ibrahim Merealisasikan Tauhid
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif (berpegang teguh kepada kebenaran). Dan sekali-kali ia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. An-Nahl[16]: 120)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam dengan sifat-sifat ini. Dimana sifat-sifat ini adalah puncak dari penerapan tauhid dengan sebenar-benarnya.
1. Suri tauladan
Menit ke- Maksudnya yaitu pemimpin yang dicontoh, pendidik/pengajar kepada kebaikan. Dan yang seperti itu tidaklah beliau dapatkan kecuali karena menyempurnakan kedudukan sabar dan keyakinan. Dengan sabar dan keyakinan inilah seseorang akan mendapatkan kepemimpinan dalam agama.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimp...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings