Radio Rodja 756 AM

Merenungkan Hakikat Dunia


Listen Later

Merenungkan Hakikat Dunia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 12 Jumadil Akhir 1444 H / 5 Januari 2023 M.
Kajian sebelumnya: Keutamaan Tafakur
Ceramah Agama Islam Tentang Merenungkan Hakikat Dunia
Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa ketika seseorang memikirkan akhir dari makanan-makanan mewah/mahal/enak yang begitu dikejar oleh jiwa-jiwa manusia yang serupa dengan hewan, apa nanti jadinya nanti ketika keluar darinya? Makanan itu akan menjadi kotoran. Seenak apapun makanannya sama keluarnya. Dengan pemikiran ini, maka tekadnya akan naik. Sehingga dia tidak akan terlalu mencurahkan pikirannya untuk rakus mengejar makanan-makanan seperti ini atau menjadikan makanan ini memperbudak hatinya. Yang dengan sebab makanan inilah dia ridha atau marah. Inilah yang berusaha keras untuk dicarinya. Bahkan dia bisa mencintai atau membenci seseorang karena perkara-perkara seperti ini.
Yakni kalau orang memikirkan hal seperti ini, dimana akhirnya bukanlah sesuatu yang seperti terkesan diawannya, maka dia tidak akan memperbudak dirinya untuk mencari makanan-makanan tersebut atau urusan-urusan dunia yang seperti itu keadaannya.
Sebagaimana disebutkan di dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إنَّ الله جَعَل طعامَ ابن آدم مَثَل الدنيا وإنْ قَزَحَه ومَلَّحَه فإنه يعلمُ إلى ما يصير
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan makanan manusia di dunia ini seperti perumpamaan dunia. Meskipun makan itu dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah dan diberi garam, maka sesungguhnya orang yang memakannya tahu apa nanti kesudahan makanan tersebut.” (HR. Ahmad)
Seenak apapun dia mencampurnya, maka tetap jadi kotoran yang tentu kita sangat jijik terhadapnya.
Inilah nasibnya dunia. Kalau kita kejar, kelihatannya awalnya indah, tapi ujung-ujungnya adalah sesuatu yang bahkan kita tidak mau mendekatinya apalagi menyentuhnya.
Jika seseorang memikirkan tentang kesudahan dari makanan yang dianggapnya tadi sangat-sangat menggugah seleranya, maka tentu dia akan meninggikan dirinya daripada menjadikan dirinya sebagai budak makanan, dimana dia sampai terbayang-bayang dan selalu mengganggu pikirannya. Ini tentu akan menjadikan dirinya sebagai budak dari makanan ini yang ternyata akhirnya adalah sesuatu yang paling busuk, menjijikan, dan buruk.
Subhanallah.. Inilah hakikatnya dunia. Ujung-ujungnya adalah sesuatu yang tidak seindah kelihatan diawalnya. Berbeda dengan akhirat yang kekal abadi kenikmatan tersebut selama-lamanya.
Apa artinya merenung di sini? Yaitu menghadirkan dua pengetahuan kita untuk masuk ke dalam hati. Yang dengan dua pengetahuan ini kita akan memetik buah ilmu pengetahuan yang ketiga.
Contohnya seseorang yang menghadirkan di hatinya pengetahuan tentang dunia (perhiasannya, makanannya, dan keindahannya). Yang kenikmatannya (kalaupun ada) selalu tidak pernah luput dari adanya kerusakan-kerusakan. Kemudian kenikmatan tersebut tidak kekal. Setelah itu dia menghadirkan di hatinya tentang akhirat. Kenikmatannya kekal abadi, nikmatnya tidak berakhir dengan sesuatu yang busuk/bau atau menjijikan seperti nikmat dunia tadi, kelezatannya kekal abadi. Kita bisa menghadirkan ini tentu setelah belajar, membaca Al-Qur’an dan yakin dengan berita-berita gembira yang Allah berikan terhadap orang-orang yang beriman.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings