MISKIN TIDAK KAYA
Matius 5:3 (TB) "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Lukas 12:21 (FAYH) "Ya, demikianlah halnya dengan orang yang menimbun kekayaan di dunia ini, tetapi ia miskin di hadirat Allah. "
Alkitab kadang-kadang menggunakan istilah atau diksi yang mirip bahkan sama persis tapi punya pengertian yang jauh berbeda. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang miskin di hadapan Allah karena mereka yang empunya Kerajaan Sorga. Di kesempatan lain Kristus mengatakan: Lukas 12:21 (TB) Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."
Kalimat "miskin di hadapan Allah " secara harafiah sama dengan "tidak kaya di hadapan Allah"
Arti kata miskin secara definisi: tidak berharta atau tidak kaya, hidup serba berkekurangan karena berpenghasilan rendah. Jadi miskin itu artinya tidak kaya.
Apakah ajaran Kristus kontradiktif (bertentangan)? Kelihatannya ajaran Kristus itu bertentangan padahal tidak. Ajaran Kristus sekilas paradoks. Jika kita tidak hati-hati kita bisa gagal faham. Padahal firman Kristus itu hidup dan berkuasa. Hal itu diakui oleh Simon Petrus. Yohanes 6:68-69 (TB) 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."
Supaya tidak gagal faham kita perlu pertolongan Roh Kudus atau Roh Kebenaran. Kita bisa memeriksa beberapa terjemahan untuk memperoleh beberapa angle atau perspektif sehingga dapat pengertian yang lengkap. Misalnya Matius 5:3 menurut BIMK Dan TSI2 memberi pengertian lebih praktis.
Matius 5:3 (BIMK) "Berbahagialah orang yang merasa tidak berdaya dan hanya bergantung pada Tuhan saja; mereka adalah anggota umat Allah! Matius 5:3 (TSI2) “Sungguh diberkati Allah orang-orang yang tahu bahwa mereka mempunyai kebutuhan rohani, karena merekalah yang akan menjadi warga kerajaan Allah.
Ketika kita merasa miskin di hadapan Allah maka kita mencari Tuhan, kita merasa membutuhkan Tuhan sehingga Tuhan menjadi satu-satunya harta abadi kita. Ketika kita mendapatkan Dia kita menjadi kaya di dalam Dia. Sebaliknya jika kita tidak memiliki Tuhan maka kita miskin di hadapan Allah. (CS)