Satu waktu —akan datang lagi candu yang pernah menemani di masa lalu —yang kini sudah tidak ada lagi. Tak apa, kita berhak memilih jalan melupa masing-masing. Merangkak. Berjalan. Berlari. Hanya perlu menyesuaikannya dengan porsi diri kita sendiri. Selamat mendengarkan, maaf karena selalu membawamu pada masa lalu. Semuanya bukan agar kita terjebak dan murung, tapi agar kita bisa benar memahami kesalahan dan tak lagi mengulangi. —utuh kembali