Mukaddimah Kajian Mukhtashar Shahih Muslim merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 17 Rabiul Awal 1443 H / 24 Oktober 2021 M.
Mukaddimah Kajian Mukhtashar Shahih Muslim
Kita memulai kajian Mukhtashar Shahih Muslim (مختصر صحيح مسلم) yang ditulis oleh Al-Imam Al-Hafidz Al-Mundziri Rahimahullah. Dimana ini adalah ringkasan dari Shahih Muslim, adapun yang meringkasnya yaitu Al-Imam Al-Hafidz Al-Mundziri.
Biografi Singkat Al-Imam Al-Hafidz Al-Mundziri
Beliau adalah ‘Abdul ‘Adzhim bin ‘Abdul Qawiy bin ‘Abdullah bin Salamah. Kunyah beliau adalah Abu Muhammad. Beliau dilahirkan dari Damaskus pada tahun 581 hijriyah dan wafat di Mesir tahun 656 hijriyah.
Semenjak kecil beliau menghafal Al-Qur’anul Karim. Demikian sejarah para ulama, mereka diwaktu kecil disibukkan dulu dengan menghafal Al-Qur’an. Maka tidak aneh para ulama sudah hafal Al-Qur’an pada umur enam tahun, ada yang tujuh tahun, ada yang dua belas tahun. Hal ini karena memang Al-Qur’an sangat berkah. Orang yang menghafal Al-Qur’an, biasanya Allah berikan kepada dia kemudahan untuk menghafal pelajaran yang lainnya.
Di antara tulisan beliau adalah Mukhtashar Shahih Muslim yang akan kita bahas. Ini adalah ringkasan dari Shahih Muslim. Beliau meringkas Shahih Muslim dengan cara dibuang sanadnya, kemudian dibuang juga hadits-hadits yang terulang.
Mukaddiman Mukhtashar Shahih Muslim
Menit ke- Beliau meringkas kitab shahih yang ditulis oleh Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi An-Naisaburi Radhiyallahu ‘Anhu dengan harapan bisa memudahkan bagi orang yang ingin menghafalnya. Hal ini karena memang di zaman dahulu menghafal ilmu adalah sebuah keharusan.
Menghafal ilmu sangat dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan Nabi mendoakan dalam sabdanya:
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَءًا سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا فَأَدَّاهَا كَمَا سَمِعَهَا
“Semoga Allah memberikan cahaya kepada orang yang mendengarkan sabdaku, lalu ia berusaha memahaminya, lalu ia menghafalkannya, lalu ia menyampaikan seperti yang ia dengar.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Maka dalam hal ini kita berlomba-lomba untuk bisa mempraktekkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan cara kita menghafal Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Lihat juga: Mendengarkan Hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Beliau juga berharap ini bisa mendekatkan kepada orang yang ingin membacanya. Beliau menyusun dengan cara agar para penuntut ilmu mudah untuk menemukan hadits di tempatnya. Ringkasan ini walaupun kecil namun sudah mencakup semua yang ada dalam Shahih Muslim.
Kitab Al-Iman
Menit ke- Iman secara istilah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yaitu keyakinan dengan hati, ucapan dengan lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan menaati Allah, dan berkurang dengan menaati setan. Ini adalah keyakinan Ahlus Sunnah, siapa yang tidak punya keyakinan ini maka dia bukan Ahlus Sunnah.
Contohnya Murji’ah mengatakan bahwa amal tidak mempengaruhi iman. Jadi kalau ada orang punya keyakinan dengan keyakinan yang kuat bahwasanya Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, Muhammad sebagai Rasulnya,