Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 8 Jumadil Awal 1445 H / 21 November 2023 M.
Kajian sebelumnya: Membongkar Kedustaan Seseorang dengan Bukti
Namimah, Dosa Besar Yang Menimbulkan Azab Kubur
Hadits terakhir yang kita bahas, yaitu hadits Abdullah Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata:
أنَّ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – مرَّ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ: «إنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ في كَبيرٍ! بَلَى إنَّهُ كَبِيرٌ: أمَّا أَحَدُهُمَا، فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ، وأمَّا الآخَرُ فَكَانَ لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ».
Pernah suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melewati dua kuburan, beliau bersabda: “Sesungguhnya dua orang penghuni kubur ini sedang disiksa dengan siksaan kubur. Mereka tidak diazab pada suatu hal yang besar, namun memang perbuatan itu perbuatan yang besar. Adapun salah satu di antara dua orang tersebut berjalan untuk mengadu domba di antara manusia (dengan menyampaikan perkataan dari satu orang ke orang yang lain untuk merusak hubungan di antara dua orang tersebut). Adapun satunya lagi yang diazab dalam kubur, dia adalah orang yang tidak membersihkan kencingnya.” (Muttafaqun alaih)
Di dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ketika mengetahui dua orang ini diazab dalam kubur mereka, maka beliau mengambil sebuah pelepah kurma, kemudian membagi dua, dan menanam salah satu pelepah kurma itu di satu kuburan, sedangkan yang satunya lagi di kuburan yang sampingnya. Kemudian beliau mengatakan: “Aku berharap dengan syafaatku ini, selama pelepah kurma ini masih basah, semoga mereka dihentikan azab tersebut.”
Yang diambil dari hadits ini bahwa Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam pada hakikatnya tidak mengetahui yang ghaib, karena mengetahui yang ghaib itu hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengapa Nabi ‘Alaihi Shalatu Wasalam’Alaihish Shalatu was Salam mengetahui bahwa dua orang ini diazab dalam kubur mereka? Karena Allah yang memperdengarkan dan memberitahukan kepada beliau. Jadi bukan setiap beliau jalan di kuburan kemudian mengetahui bahwa ini diazab atau tidak diazab. Tapi Allah memberitahukan kepada beliau, dan tentu hikmahnya adalah apa yang beliau sampaikan.
Salah satu orang tersebut karena melakukan namimah, yaitu menyampaikan perkataan kepada seseorang untuk menimbulkan permusuhan antara dua orang. Kemudian orang yang kedua diazab karena tidak bersuci ketika selesai buang air ini.
Allah memberitahukan kepada Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam tentang sebab dua orang itu diazab adalah agar umat beliau berhati-hati. Jangan menjadi seorang pengadu domba yang kerjaannya hanya memindahkan perkataan dari seseorang ke yang lainnya. Ini adalah perbuatan dosa besar. Kemudian juga agar umat ini berhati-hati dan selalu memperhatikan masalah kebersihan.
Pelajaran yang berikutnya adalah kita beriman akan adanya azab kubur. Maka hendaknya kita selalu memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari azab kubur.