
Sign up to save your podcasts
Or


Maqalah 25. Perkara perkara Yang Menyesatkan
"Wahai Tuhanku, lamunan yang ngelantur telah menipu daku. Kecintaan terhadap duniawi telah merusak diriku. Syaitan juga telah menyesatkan jalanku. Hawa nafsu pendorong kejahatan itu telah menghalangi halangi daku dari kebenaran. Dan teman yang jahat telah membantu aku melakukan maksiat, maka tolonglah daku, wahai Tuhan penolong terhadap mereka yang memohon pertolongan dan jika Engkau tidak memberi daku rahmat, maka siapa lagi selain Engkau yang dapat merahmati daku."
"Tinggalkanlah mereka, makan dan bersenang-senang (dalam kehidupan dunia) dan akan melalaikan kepada mereka panjangnya harapan-harapan duniawi, suatu saat dia pasti akan mengetahui (menyaksikan akibatnya)."
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW. :
Komentar Sayyidina Ali dalam hal cinta akan dunia dan tulul amal adalah sebagai berikut :
"Aku khawatir terhadap kamu atas 2 hal, yaitu : mengikuti hawa nafsu dan banyak berkhayal. Karena sesungguhnya mengikuti hawa nafsu itu dapat menghalangi kebenaran, sedang tulul amal menyebabkan lupa akan akhirat."
Menurut Sulaiman Ad Darani adalah sebagai berikut :
"Amal yang paling utama adalah memerangi atau menolak hawa nafsu."
Teman yang jahat telah membantunya dalam berbuat maksiat. Dalam hal ini Adi bin Zaid mengatakan dalam syairnya dari Bahar Thawil :
"Janganlah bertanya tentang kelakuan seseorang,tetapi bertanyalah tentang kelakuan temannya. Karena setiap manusia mengikuti kepada yang menemaninya. Apabila kamu berada dalam suatu kaum, maka bertemanlah kamu dengan orang orang pilihan mereka, Janganlah kamu berteman dengan orang yang celaka, karena engkau akan menjadi celaka bersamanya."
Bacalah doa di bawah ini :
اَللَّهُمَّ اَغِثْنِىْ يَاغِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ فَإِنْ لَمْ تَرْحَمْنِىْ فَمَنْ ذَاالَّذِىْ يَرْحَمُنِىْ غَيْرُكَ
"Ya Allah, berilah aku pertolongan, wahai penolong oarng-orang yang meminta pertolongan. Apabila Engkau tiddak mengasihaniku, maka siapa lagi yang mengasihani aku selain diri-Mu."
Maqalah 26. Perkara Yang Dicintai dan Dilupakan Orang Pada Akhir Masa
سَيَأْتِى عَلَى أُمَّتِى زَمَانٌ يُحِبُّوْنَ اْلخَمْسَ وَيَنْسَوْنَ اْلخَمْسَ : يُحِبُّوْنَ الدُّنْيَاوَ يَنْسَوْنَ اْلآخِرَةَ وَيُحِبُّوْنَ اْلحَيَاةَ وَيُنْسَوْنَ الْمَوْتَ وَيُحِبُّوْنَ اْلقُصُوْرَ وَيَنْسَوْنَ اْلقُبُوْرَ وَيُحِبُّوْنَ الْمَالَ وَيَنْسَوْنَ اْلحِسَابَ وَيُحِبُّوْنَ اْلخَلْقَ وَيَنْسَوْنَ الْخَالِقَ .
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai berikut :
"Akan datang suatu masa, dimana umatku lebih mencintai kepada lima perkara dan melupakan lima perkara lainnya, yaitu : Lebih mencintai duniawi dan melupakan ukhrawi (akhiratnya). Lebih cinta hidup dan melupakan mati. Mencintai gedung gedung bermahligai dan lupa kubur. Mencintai harta benda dan melupakan hisab dan mereka lebih mencintai kepada sesama makhluk dan melupakan Sang Khaliq, Allah SWT."
مَنْ قَالَ فِى كُلِّ يَوْمٍ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ مَرَّةً : اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِى فِى الْمَوْتِ وَفِيْمَا بَعْدَ اْلمَوْتِ , ثُمَّ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ اَعْطَاهُ اللهُ اَجْرَ شَهِيْدٍ .
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari `Aisyah ra. sebagai berikut,
"Barangsiapa yang membaca 'Allaahumma Baarik Lii Fii Mauti Wafimaa ba`dal Maut' (Wahai Tuhanku, berkatilah saya dalam kematian dan sesudahnya), setiap hari sebanyak dua puluh lima kali, kemudian ia mati diatas tempat tidurnya, maka Allah akan memberikan kepadanya pahala orang mati syahid." (HR. Thabrani)
Maqalah 22. Perkara Yang Harus Tetap Dipegang Teguh
Dari guru Hatim Al Asham ra. yaitu Shaqiq Al Balkhi,
"Laksanakanlah lima perkara ini: beribadahlah kepada Allah sebanyak apa yang kamu butuhkan dariNya, berbuat dosalah kepada Allah sejauh kamu mampu menanggung siksaNya, himpunlah bekal di dunia sebanyak usiamu di dunia, dan berbuatlah demi surga, senilai kedudukan surga yang kamu kehendaki."
Maqalah 23. Lima Perkara Yang Paling Utama
Dari Umar R.A.,
"Aku melihat semua teman karib, maka aku tidak melihat teman karib yang lebih utama daripada memlihara ucapan. Aku melihat semua pakaian, dan aku tidak melihat pakaian yang lebih utama dari wira`i. aku melihat semua harta benda, maka aku tidak melihat harta benda yang lebih utama daripada qana`ah. Aku melihat semua kebaikan, maka aku tidak melihat kebaikan yang lebih utama daripada nasihat. Dan aku melihat semua makanan, lalu aku tidak melihat makanan yang lebih lezat daripada sabar."
Menurut Ibrahim bin Ad-ham,
"Meninggalkan semua hal yang diragukan kedudukan hukumnya, apakah termasuk halal atau haram (syubhat)."
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Kepada Abu Hurairah ra.
"Lakukanlah wira`i, maka engkau akan menjadi orang yang paling tinggi ibadahnya."
"Tidak suka mencari-cari sesuatu yang tidak ada pada dirinya, tapi ia memanfaatkan yang ada padanya."
Perintah wara` dan qanaah antara lain sabda Nabi SAW. Sebagai berikut,
"Jadilah orang yang wara` tentu kau jadi orang yang baik dalam beribadah di antara orang-orang yang beribadah. Jadilah engkau orang yang qanaah, tentu engkau menjadi orang yang banyak bersyukur kepada Allah diantara mereka yang bersyukur. Cintailah manusia sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, tentu kau menjadi orang mukmin yang sempurna. Berbuat baiklah dalam hidup bertetangga kepada orang yang menjadi tetanggamu,tentu kau menjadi seorang muslim yang baik. Dan kurangi tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu menyebabkan hati menjadi mati."
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.,
"Hati tertarik karena cinta kepada orang yang telah berbuat baik kepadanya dan membenci kepada orang yang telah berbuat jelek kepadanya."
"Didalam kabaikan terdapat keridhaan manusia. Didalam taqwa ada keridhaan Allah."
Rukun sabar ada 3:
1. Mengendalikan diri dari kebencian terhadap qadha yang jelek yang menimpa dirinya.
Maqalah 24. Perkara yang Terkandung Dalam Zuhud
"Di dalam zuhud terkandung lima perkara terpuji yaitu : percaya penuh kepada Allah, terbebas diri dari sesama makhluk, tulus ikhlas dalam berbuat, kesanggupan memikul kezhaliman dan kecukupan diri dengan apa yang ada di tangan (qanaah)."
"Seorang mukmin tidak akan mencapai tingkat zuhud yang sebenarnya, hingga ia memiliki 3 faktor yaitu tingkat zuhud yang sebenarnya, hingga ia memiliki 3 faktor yaitu : beramal semata-mata karena Allah tidak karena ikatan-ikatan yang lain, berkata tanpa ada kecenderungan tamak, merasa mulia atau merasa bahagia tanpa memiliki pangkat."
"Zuhud di dalam dunia itu bukanlah dengan cara mengharamkan yang halal, dan bukan pula dengan menyia-nyiakan. Akan tetapi, sesungguhnya zuhud dalam urusan dunia adalah, bahwa kamu tidak menggantungkan diri kepada sesuatu yang ada pada dirimu tetapi lebih percaya dengan sesuatu yang ada di tangan Allah dan lebih senang menjadikan kesempatan memperoleh pahala dalam menjauhi maksiat daripada maksiat itu ada padamu."
"Hati merasa senang sekalipun usahanya gagal total."
"Memperkecil ruang lingkup harapan dalam urusan dunia bukan dengan makanan yang berat-berat (kasar-kasar) dan bukan pula dengan pakaian yang compang-camping (usang)."
Maqalah 21. Perkara Yang Mencelakakan Iblis dan Membahagiakan Adam as.
Maqalah 19. Tiada Harta Tanpa Disertai Lima Perkara Tercela
diriwayatkan dari Sufyan Ats Tsauri ra. berikut ini,
"Pada zaman ini, tiada harta pada seseorang melainkan disertai oleh lima hal yang tercela yaitu : lamunan ngelantur, tamak yang menguasainya, kikir yang berlebihan, tidak adanya sifat wira`I, dan melupakan akhirat."
"Orang yang mencintai dunia tercela, sedangkan orang yang mencari kelebihan dari ukuran cukup dalam urusan dunia terhina ."
diterangkan oleh Rasulullah SAW. di dalam sabdanya,
Dalam riwayat yang lain beliau Bersabda,
"Sebaik baik tunggangan adalah dunia, maka naiklah kepadanya, karena ia akan menyampaikan ke akhirat."
Ali bin Abi Thalib pernah berkata,
Dalam Syair dikatakan,
"Wahai peminang dunia untuk diri sendiri
Maqalah 20. Kejelekan Sifat Tergesa gesa
Dalam sabdanya diriwayatkan,
Rasulallah SAW. Telah bersabda sebagai berikut,
Rasulallah SAW. Telah bersabda sebagai berikut,
Rasulallah SAW. Telah bersabda sebagai berikut,
Rasulullah SAW. Dalam satu majlis tidak lepas dari membaca bacaan sebagai berikut sebanyak seratus kali,
Maqalah 18. Perkara-Perkara yang Berkaitan Dengan Harta
Nabi Muhammad SAW. bersabda sebagai berikut:
"Sesungguhnya terdapat lima perkara tercela dalam kegiatan pengumpulan harta, yaitu : sengsara dalam mengumpulkan,lupa mengingat Allah dalam mengelola harta, harta khawatir perampokan dan pencurian. Karena harta, maka seseorang dapat disebut kikir dan demi harta, maka seseorang dapat berpisah dari orang orang shaleh. Dan terdapat pula lima perkara terpuji dalam melepas harta, yaitu : kesenggangan diri dari kesibukkan mencarinya. Karena tidak mengelola harta, maka seseorang banyak kesempatan untuk menginagat Allah, aman dari perampokan dan pencurian. Karena melepas harta, maka seseorang dapat disebut orang yang mulia dan karenanya pula, maka orang dapat bersahabat dengan orang orang shaleh."
جُوْدُ الرَّجُلِ يُحَبِّبُهُ اِلَى أَضْدَادِهِ وَبُخْلُهُ يُبَغِّضُهُ إِلَى اَوْلَادِهِ
خَيْرُ اْلاَمْوَالِ مَااسْتَرَقَّ حُرًّا وَخَيْرُ اْلاَعْمَالِ مَا اسْتَحَقَّ شُكْرًا
Sebagian dari orang orang yang fasih mengatakan seagai berikut :
Ngaji Gus Baha dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad 1441 H. Bertempat di Musholla Baiturrohman, Dusun Panjunan, Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Jum'at, 01 November 2019 bakda Maghrib.
Maqalah 16. Jalan Untuk Mencapai Hakekat Taqwa
Diriwayatkan dari sebagian hukama rahimakumullah sebagai berikut :
Dihadapan taqwa ada lima jalan (tahapan), siapa yang berhasil melalui seluruhnya, maka ia akan memperoleh hakekat taqwa (taqwa yang sebenarnya), yaitu:
Pertama, memilih kesukaran atas kenikmatan.
"Menaklukkan hawa nafsu, barangsiapa yang dapat menaklukkan hawa nafsunya, maka ia akan hidup sejahtera."
Mati itu ada 4 macam :
a. Matinya rasa marah
Disini terdapat tasbih baligh, menyerupakan marah dengan merah, lapar dengan putih, pakaian bagus dangan hijau, gengsi dengan hitam.
Maqalah 17. Pelindung Terhadap Lima Perkara
Sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : "Munajat dapat melindungi segala rahasia, sedekah dapat melindungi harta, ikhlas dapat melindungi amal perbuatan, kejujuran dapat melindungi ucapan, dan musyawarah dapat melindungi segala pendapat."
Hal ini sesuai dengan firman Allah : "Jangan mencampurkan yang hak dengan yang bathil."
Sebagain ahli balagoh juga telah mengatakan sebagai berikut : "Orang yang jujur dilindungi dan disukai, sedangkan orang yang berbohong ucapannya direndahkan dan dihinakan."
Maksudnya, tidak mencapuradukkan ucapan yang benar dengan dusta.
Sebagian hukama juga telah mengatakan sebagai berikut : "Membisu lebih baik daripada berdusta dan kejujuran adalah awal dari kebahagiaan."
Munajat dapat melindungi segala rahasia, sedang menyimpan rahasia menjadi sebab utama tercapainya suatu kesuksesan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai berikut : "Minta bantuanlah dengan merahasiakan untuk mencapai segala kebutuhan, karena sesungguhnya bagi setiap orang yang memperoleh kenikmatan, ada orang yang hasud."
Sedang mengenai sedekah dapat melindungi harta, itu adalah berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW. Yang diriwayatkan dari Abu Darda` yang bersumber langsung dari Nabi Muhammmad SAW. Sebagai berikut : "Tiada hari yang telah terbenam mataharinya, melainkan ada dua Malaikat yang menyeru atau mendoakan, "Wahai tuhanku, berilah pengganti bagi orang yang menginfakkan (hartanya) dan berilah kerugian bagi orang yang menahan (hartanya)."
Tingkatan ikhlas itu ada 4, yaitu:
1. Membersihkan amal dari perhatian orang, tidak bertujuan lain dalam ibadahnya, kecuali dengan niat melaksanakan perintah Allah.
"Musyawarah itu mencegah penyesalan dan ejekan orang lain."
Adapun tentang musyawarah itu adalah berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW. Berikut ini : "Sebaik baik gotong royong adalah musyawarah, dan seburuk buruk persiapan adalah kesewenang-wenangan."
From the publisher's feed

0 Listeners

0 Listeners