Obat Nafsu Syahwat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 05 Dzulqa’dah 1445 H / 13 Mei 2024 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Obat Nafsu Syahwat
Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dalam kitab Musnadnya dari sahabat Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Sesungguhnya ada seorang pemuda mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina.’ Maka sahabat yang berada di situ kemudian marah dan berkata, ‘Ada apa ini? Ada apa ini?’ Maka Nabi mengatakan, ‘Mendekatlah.’
Pemuda tersebut pun mendekat dan duduk di depan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Nabi bertanya kepadanya, ‘Apakah engkau suka jika ibumu yang dizinai?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, aku tidak suka.’ Maka Nabi mengatakan, ‘Dan semua orang juga tidak suka ibunya dizinai.’
Kemudian Nabi bertanya, ‘Apakah kamu suka jika yang dizinai adalah putrimu?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, Rasulullah, aku tidak suka.’ Maka Nabi mengatakan, ‘Juga seluruh manusia tidak suka untuk putri-putri mereka dizinai.’
Kemudian Nabi bertanya lagi, ‘Apakah kamu suka jika yang dizinai adalah saudari perempuanmu?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, Ya Rasulullah, aku tidak suka.’ Maka Nabi mengatakan, ‘Juga seluruh manusia tidak mau jika saudari-saudari mereka dizinai.’
Kemudian Nabi bertanya lagi, ‘Apakah kamu suka jika yang dizinai adalah saudari bapakmu?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, Ya Rasulullah.’ Maka Nabi mengatakan, ‘Juga seluruh manusia tidak mau jika saudari-saudari bapak mereka dizinai.’
Kemudian Nabi bertanya lagi, ‘Apakah kamu suka jika yang dizinai adalah saudari ibumu?’ Ia mengatakan, ‘Tidak, demi Allah, Ya Rasulullah.’ Maka Nabi mengatakan, ‘Juga seluruh manusia tidak mau jika saudari-saudari ibu mereka dizinai.’
Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut dan mendoakan,
اللهمَّ اغفرْ ذنبَه وطهِّرْ قلبَه وحصِّنْ فرْجَهُ
‘Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikan hatinya, dan jaga kemaluannya.’
Setelah itu, pemuda itu tidak pernah melihat sesuatu yang buruk lagi.” (HR. Imam Ahmad)
Imam At-Tabrani juga menambahkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
فاكره لهم ما تكره لنفسك، وأحب لهم ما تحب لنفسك
“Maka bencilah untuk manusia apa yang kau benci untuk dirimu, dan sukailah untuk manusia apa yang kau sukai untuk dirimu.” (HR. At-Tabrani)
Sesungguhnya, petunjuk nabi kita yang mulia Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah petunjuk yang paling agung, paling sempurna, paling lurus, dan paling bermanfaat bagi seluruh hamba dalam segala sesuatu dan dalam segala bab. Manusia sangat butuh untuk benar-benar kembali kepada petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,