Radio Rodja 756 AM

Orang Yang Terperdaya Dengan Amal Perbuatan Mereka


Listen Later

Orang Yang Terperdaya Dengan Amal Perbuatan Mereka adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Ayat-Ayat Ahkam. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Kamis, 19 Dzuhijjah 1442 H / 29 Juli 2021 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Orang Yang Terperdaya Dengan Amal Perbuatan Mereka
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَن تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ ۖ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
“Yang demikian itu karena mereka berkata: ‘Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari saja’. Mereka terpedaya dalam agama mereka oleh karena apa yang mereka buat-buat.” (QS. Ali-Imran[3]: 24)
Ayat ini menjelaskan tentang beberapa hal:
Pertama, batilnya angan-angan. Terkadang jiwa memberikan angan-angan kepada seseorang dengan sesuatu yang tidak benar. Mereka berkata: “Kita tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja.”
Orang-orang yang diberi Al-Kitab kemudian tidak mau berpegang teguh dengannya. Mereka percaya diri dan merasa dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tetapi perbuatan mereka jauh dari apa yang diinginkan oleh Allah, mereka tidak mau berhukum dengan Al-Kitab
Kedua, ini merupakan peringatan bagi seseorang jangan sampai seseorang menyandarkan diri kepada  angan-angan. Karena hal itu merupakan perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Banyak orang yang terjatuh dalam perbuatan maksiat tetapi mereka memberikan angan-angan kepada diri mereka bahwa nanti akan mendapatkan ampunan dari Allah walaupun terjatuh dalam maksiat. Tentu ini adalah angan-angan yang keliru.
Betul bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, tapi jangan lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ‎﴿٤٩﴾‏ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ ‎﴿٥٠﴾‏
“Sampaikanlah kepada hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku ini Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan sesungguhnya azabKu adalah azab yang pedih.” (QS. Al-Hijr[15]: 49-50)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk memberikan kabar kepada hamba-hambaNya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pengampun dan Maha Penyayang, tapi jangan lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala juga punya azab yang sangat pedih.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
“Ketahuilah bahwa Allah itu sangat keras siksaanNya dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah[5]: 98)
Ketiga, mereka itu beriman tentang adanya hari kebangkitan, akan tetapi iman mereka tidak bermanfaat sama sekali. Hal ini dengan dasar firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Mereka berkata:’Kita tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan beberapa hari saja.’”
Ini menunjukkan bahwa mereka beriman tentang adanya hari kebangkitan, tetapi keimanan mereka tidak bermanfaat sama sekali. Maka dalam hal keimanan seseorang tidak cukup hanya beriman tentang adanya Allah dan hari akhir semata jika tanpa disertai adanya penerimaan dan ketundukan.
Apabila sekedar membenarkan, maka ini bukan keimanan. Bukankah Abu Thalib dahulu berikrar bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu benar? Bahkan dia berkata: “Mereka telah mengetahui bahwa putra kami tidak didustakan oleh kami dan tidak berkata dengan perkataan yang batil....
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings