Radio Rodja 756 AM

Orang Yang Wajib Selalu Kita Muliakan


Listen Later

Orang Yang Wajib Selalu Kita Muliakan merupakan kajian Islam ilmiah oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dalam pembahasan kitab Kun Salafiyyan ‘alal Jaddah. Kajian ini disampaikan pada Sabtu, 22 Rabi’ul Akhir 1443 H / 27 November 2021 M.

Kajian Islam Tentang Orang Yang Wajib Selalu Kita Muliakan
Kaedah-kaedah ini memberikan batasan tentang siapa yang wajib untuk kita muliakan dan hormati dikalangan manusia, sehingga tidak boleh disentuh kehormatan/kemuliaan orang-orang yang jelas-jelas direkomendasikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya. Ketika menghadapi kesalahan-kesalahan mereka pun kita jelas hanya menyebutkan dengan kebaikan dan memberikan sebaik-baik udzur untuk mereka.
Juga memberikan batasan-batasan siapakah orang-orang yang boleh untuk kita bicarakan dan kita kritik. Bahkan bisa jadi bukan hanya boleh dikritik, tapi wajib hukumnya ketika ada kebutuhan dengan mempertimbangkan maslahat tanpa perlu menyebutkan kebaikan-kebaikan mereka.
1. Para Nabi dan Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam
Para Nabi dan Rasul jelas adalah orang-orang yang terbaik di antara semua manusia, hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling bertakwa. Mereka adalah orang-orang yang harus hanya kita sebutkan kebaikannya. Karena kita juga meyakini mereka adalah orang-orang yang maksum (dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) dari terus-menerus dalam kesalahan.
Sebagian dari para ulama menjelaskan bahwa mungkin di antara mereka ada yang bisa melakukan perbuatan dosa kecil, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala langsung memberikan taufik kepada mereka untuk bertaubat dengar sungguh-sungguh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga ketika mereka wafat dalam keadaan tidak ada dosa-dosa yang masih ada pada diri mereka.
Para Nabi dan Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam tidak boleh kita sebutkan dengan keburukan, tidak boleh kita sebutkan dengan hal-hal yang menunjukkan kekurangan dalam urusan agama. Ini adalah perkara yang wajib untuk kita lakukan ketika menyikapi mereka. Tidak ada perselisihan dikalangan para ulama Ahlus Ahlus Sunnah wal Jama’ah tentang hal ini.
2. Para Sahabat Yang Mulia
Para sahabat yang mulia adalah orang-orang yang direkomendasikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
… رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ…
“Allah Subhanahu wa Ta’ala ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah.” (QS. At-Taubah[9]: 100)
Merekalah orang-orang yang beriman pertama kali, merekalah orang-orang yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menyertai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan untuk menegakkan agamaNya. Maka kenalilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak-jejak kebaikan mereka.
Mereka harus dimuliakan dan tidak disebutkan kecuali dengan kebaikan. Umat Islam tidak boleh memperlakukan para sahabat kecuali dengan kecintaan dan pemuliaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala sungguh telah memuji mereka di dalam Al-Qur’an dengan pujian yang tinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tentang kedudukan mereka yang mulia, tentang perjuangan jihad, juga bagaimana mereka mencurahkan harta dan jiwa di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:
وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ
“Semua mereka (para sahabat) Allah janjikan masuk surga.” (QS. Al-Hadid[57]: 10)
Maka kalaupun ada kesalahan yang diriwayatkan dari mereka, kita harus melihat bahwa ternyata riwayatnya tidak shahih. Ada juga kesalahan yang mungkin benar riwayatnya, tapi ternyata sahabat tersebut telah diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari perbuatan dosa.
Ada juga yang mereka melakukan kesalahan tapi dalam hal ini mereka adalah sebagai mujtahid.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings