Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Bayan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 2 Rabi’ul Awal 1445 H / 18 September 2023 M.
Kajian Tentang Para Nabi dan Rasul Memiliki Sifat Amanah
Semua nabi dan rasul yang kita pelajari dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semuanya memiliki sifat amanah (bisa dipercaya). Para nabi dan rasul secara umum memiliki sifat amanah, dan secara khusus, ketika mereka menyampaikan wahyu yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wahyukan kepada mereka, mereka benar-benar menyampaikan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hambaNya tanpa menambahkan, mengurangi, atau mengubahnya.
Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 39:
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
“Orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah. Mereka takut kepadaNya, dan mereka tidak takut kepada siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al-Ahzab[33]: 39)
Para nabi dan rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam, mereka benar-benar amanah dalam menyampaikan wahyu Allah. Mereka tidak berkhianat, dan tidak menyembunyikan apa yang Allah wahyukan kepada mereka. Dalilnya banyak, seperti yang terlihat dalam Al-Qur’an. Sebagai contoh, Nabi Nuh, ‘Alaihis Salam, dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 107:
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٠٦﴾ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٠٧﴾
“Ingatlah ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka: ‘Tidakkah kalian bertakwa kepada Allah? Aku adalah rasul yang amanah yang Allah utus untuk kalian.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 107)
Juga, tentang Nabi Hud dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 124-125, Allah berfirman:
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٢٤﴾ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٢٥﴾
“Ingatlah ketika saudara mereka, Hud, berkata kepada mereka, ‘Apakah kalian tidak takut kepada Allah? Aku adalah rasul (utusan Allah) untuk kalian yang terpercaya.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 124-125)
Kemudian Nabi Shalih yang Allah sebutkan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 143:
إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿١٤٢﴾ إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ ﴿١٤٣﴾
“Ingatlah ketika saudara mereka, Shalih, berkata kepada mereka, ‘Tidakkah kalian takut kepada Allah? Aku adalah rasul (utusan Allah) untuk kalian yang terpercaya.'” (QS. Asy-Syu’ara'[26]: 142-143)
Semua nabi dan rasul berkata: “Aku adalah rasul untuk kalian yang terpercaya.”
Para nabi dan rasul semua menyampaikan risalah yang Allah amanahkan kepada mereka tanpa menyembunyikannya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga dijuluki oleh kaumnya dengan “Al-Amin (orang yang terpercaya)”. Bahkan mereka orang-orang kafir menitipkan barang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Ala...