Radio Rodja 756 AM

Para Pembawa Ilmu Yang Tidak Amanah


Listen Later

Para Pembawa Ilmu Yang Tidak Amanah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 20 Rabi’ul Akhir 1443 H / 25 November 2021 M.
Kajian sebelumnya: Orang Yang Berilmu Dicintai Dari Hati

Ceramah Agama Islam Tentang Para Pembawa Ilmu Yang Tidak Amanah
Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu menyampaikan nasihat bahwa tidak semua orang-orang yang membawa ilmu agama itu terpercaya dan ikhlas, tapi ada juga yang memang tidak amanah dalam hal ini.
Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata bahwa ucapan Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu “Ah, sesungguhnya di sini (dalam dada) ada ilmu,” ini menunjukkan bahwa seseorang boleh mengabarkan ilmu dan kebaikan yang ada pada dirinya agar orang bisa mengambil manfaatnya.
Sebagian dari shahabat Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhum Ajma’in ketika menyampaikan tentang ayat-ayat Al-Qur’an bahwa mereka yang paham tafsirnya, seperti Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu mengatakan “tanya kepadaku,” supaya nanti orang tidak bertanya kepada yang tidak pantas menyampaikannya. Kalau tujuannya untuk hal ini, yaitu agar orang bisa mengambil ilmu dan kebaikan dari sumber yang benar, maka tentu ini diperbolehkan.
Termasuk pengertian ini adalah ucapan Nabi Yusuf Ash-Shiddiq dalam Al-Qur’an:
اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
“Jadikanlah aku menjadi bendahara negeri ini, sesungguhnya aku adalah orang yang bisa menjaga dan orang yang punya ilmu tentang ini.” (QS. Yusuf[12]: 55)
Hal itu diperbolehkan agar orang mengetahui sumber-sumber kebaikan dan bisa mengambil dari sumber yang benar.
Barangsiapa yang memberitakan tentang dirinya dengan hal yang seperti ini untuk memperbanyak hal-hal yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan RasulNya berupa kebaikan, maka ini terpuji. Tujuannya bukan untuk menyombongkan dirinya, bukan sekedar untuk pamer agar dipuji orang, tapi dia ingin menyampaikan kepada orang agar orang bisa mengambil dari sumber yang benar tentang ilmu dan kebaikan.
Tentu berbeda dengan orang yang mengabarkan bahwa dia punya ilmu atau kebaikan dengan tujuannya untuk membanggakan dan membesarkan dirinya serta memamerkan kebaikannya agar dipuji dikalangan manusia, maka ini Allah akan berikan balasan dengan kebencian manusia terhadap dirinya dan kerdilnya nilai dirinya dimata manusia.
Sementara orang yang pertama Allah Subhanahu wa Ta’ala akan agungkan di hati dan dalam pandangan manusia. Maka dalam hal ini:
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal tergantung dari niat-niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Lihat juga: Hadits Arbain Ke 1 – Innamal A’malu Binniyat
Memang ini termasuk semacam memuji diri sendiri atau memberitakan tentang kebaikan yang ada pada diri kita sendiri. Ini dalam tujuan-tujuan tertentu diperbolehkan, meskipun asalnya hal-hal yang seperti ini kalau dilakukan oleh kebanyakan manusia cenderung dikhawatirkan menjadikan dia memuji diri sendiri yang membawa kepada keburukan. Tapi tentu saja ucapan sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu ini tujuannya adalah untuk kebaikan, karena kita mestinya bersangka baik kepada para saha...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings