
Sign up to save your podcasts
Or


Aaron Yan (炎亞綸) adalah seorang penyanyi, penulis lagu, aktor dan pembawa acara kenamaan asal Taiwan. Lelaki yang lahir pada tanggal 20 November 1985 tersebut, memiliki nama asli adalah Wu Geng-lin (吳庚霖).
Pada tahun 2005, Aaron Yan bergabung sebagai salah satu anggota boy band yang kemudian mengorbitkan namanya, yakni “Fahrenheit”.
Aaron Yan lahir dan dibesarkan di Kota Taipei. Ayahnya adalah seorang Dokter Nefrologi di rumah sakit kenamaan Taiwan, yakni RS Universitas Nasional Taiwan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Adik perempuan Aaron Yan adalah seorang perancang busana, yang lulus dari sekolah desain bergengsi di Inggris, yaitu Universitas Kota Birmingham.
Adik perempuan Aaron Yan juga sempat menjadi model video klip di salah satu MV besutan Fahrenheit pada tahun 2008, yaitu Shining Star (恆星).
Aaron Yan juga sempat mengujar bahwa di dalam nadinya mengalir seperenam belas darah keturunan Belanda.
Di usianya yang masih sangat muda, yakni tiga tahun, Aaron Yan sudah belajar memainkan piano. Di kala tersebut, orang tuanya juga sudah membiarkan Aaron untuk mengenal bagaimana memainkan ragam alat musik, misal seruling, harpa dan melukis.
Sangking berbakatnya terhadap alat musik, Aaron Yan kemudian memutuskan untuk mendalami cara memainkan biola, saat dirinya terlibat dalam sebuah pembuatan serial berjudul “Alice in Wonder City” (給愛麗絲的奇蹟).
Aaron Yan kecil pernah tinggal di Amerika Serikat, tepatnya di Connecticut selama 5 tahun, karena di kala itu ayahnya tengah bekerja di Yale University. Tidak heran jika di kemudian hari, Aaron Yan cukup fasih berbahasa Inggris.
Selain bahasa Inggris, Aaron Yan ternyata juga bisa berbicara dalam bahasa Jepang.
Dalam sebuah wawancara, Aaron mengaku bahwa dirinya sempat menjadi korban bully-an dari teman-temannya saat duduk di bangku SMP. Pernah suatu saat, ketika Aaron Yan hendak membuka kotak pensilnya, ia menemukan bahwa di dalam kotak pensil kesayangannya sudah penuh dengan cairan susu yang sudah membusuk.
Aaron Yan semenjak kecil bukanlah siswa yang pandai dan gemar belajar. Ia lebih suka bermain ketimbang harus mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Dan karena inilah, Aaron Yan sering bersilang pendapat dengan keluarga besarnya.
Hubungannya kian bertambah runyam, setelah Aaron Yan memutuskan untuk masuk dan bergelut di dunia hiburan.
Selesai menamati jenjang SMA, Aaron Yan kemudian memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Chinese Culture University (CCU) di Jurusan Jurnalisme. Namun pada akhirnya, Aaron Yan lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Jingwen di Jurusan Bahasa Inggris Terapan.
Pada tahun 2019, Aaron Yan meninggalkan studio HIM (華研國際音樂) yang sudah 15 tahun menjalin kerja sama dengan dirinya. Ia pun kemudian mendirikan perusahaan “Rise dan Shine” (晴空鳥國際有限公司).
Manajer dan staf dari perusahaan HIM yang terlibat kerja sama dengan Aaron Yan, kemudian memutuskan untuk pindah ke perusahaan yang Aaron Yan didirikan.
Makna dari “Rise dan Shine” sendiri memiliki pengertian “Terbang Bebas, Terbuka dan Tak Terbatas”.
By Yunus Hendry, RtiAaron Yan (炎亞綸) adalah seorang penyanyi, penulis lagu, aktor dan pembawa acara kenamaan asal Taiwan. Lelaki yang lahir pada tanggal 20 November 1985 tersebut, memiliki nama asli adalah Wu Geng-lin (吳庚霖).
Pada tahun 2005, Aaron Yan bergabung sebagai salah satu anggota boy band yang kemudian mengorbitkan namanya, yakni “Fahrenheit”.
Aaron Yan lahir dan dibesarkan di Kota Taipei. Ayahnya adalah seorang Dokter Nefrologi di rumah sakit kenamaan Taiwan, yakni RS Universitas Nasional Taiwan, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Adik perempuan Aaron Yan adalah seorang perancang busana, yang lulus dari sekolah desain bergengsi di Inggris, yaitu Universitas Kota Birmingham.
Adik perempuan Aaron Yan juga sempat menjadi model video klip di salah satu MV besutan Fahrenheit pada tahun 2008, yaitu Shining Star (恆星).
Aaron Yan juga sempat mengujar bahwa di dalam nadinya mengalir seperenam belas darah keturunan Belanda.
Di usianya yang masih sangat muda, yakni tiga tahun, Aaron Yan sudah belajar memainkan piano. Di kala tersebut, orang tuanya juga sudah membiarkan Aaron untuk mengenal bagaimana memainkan ragam alat musik, misal seruling, harpa dan melukis.
Sangking berbakatnya terhadap alat musik, Aaron Yan kemudian memutuskan untuk mendalami cara memainkan biola, saat dirinya terlibat dalam sebuah pembuatan serial berjudul “Alice in Wonder City” (給愛麗絲的奇蹟).
Aaron Yan kecil pernah tinggal di Amerika Serikat, tepatnya di Connecticut selama 5 tahun, karena di kala itu ayahnya tengah bekerja di Yale University. Tidak heran jika di kemudian hari, Aaron Yan cukup fasih berbahasa Inggris.
Selain bahasa Inggris, Aaron Yan ternyata juga bisa berbicara dalam bahasa Jepang.
Dalam sebuah wawancara, Aaron mengaku bahwa dirinya sempat menjadi korban bully-an dari teman-temannya saat duduk di bangku SMP. Pernah suatu saat, ketika Aaron Yan hendak membuka kotak pensilnya, ia menemukan bahwa di dalam kotak pensil kesayangannya sudah penuh dengan cairan susu yang sudah membusuk.
Aaron Yan semenjak kecil bukanlah siswa yang pandai dan gemar belajar. Ia lebih suka bermain ketimbang harus mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Dan karena inilah, Aaron Yan sering bersilang pendapat dengan keluarga besarnya.
Hubungannya kian bertambah runyam, setelah Aaron Yan memutuskan untuk masuk dan bergelut di dunia hiburan.
Selesai menamati jenjang SMA, Aaron Yan kemudian memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Chinese Culture University (CCU) di Jurusan Jurnalisme. Namun pada akhirnya, Aaron Yan lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Jingwen di Jurusan Bahasa Inggris Terapan.
Pada tahun 2019, Aaron Yan meninggalkan studio HIM (華研國際音樂) yang sudah 15 tahun menjalin kerja sama dengan dirinya. Ia pun kemudian mendirikan perusahaan “Rise dan Shine” (晴空鳥國際有限公司).
Manajer dan staf dari perusahaan HIM yang terlibat kerja sama dengan Aaron Yan, kemudian memutuskan untuk pindah ke perusahaan yang Aaron Yan didirikan.
Makna dari “Rise dan Shine” sendiri memiliki pengertian “Terbang Bebas, Terbuka dan Tak Terbatas”.