PELAKU ATAU KORBAN
Matius 26:24-25 (TB) 24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." 25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Tuhan Yesus menyebut diri-Nya Anak Manusia di hadapan para murid-Nya waktu Ia bercakap-cakap dengan mereka. Percakapan Tuhan Yesus dengan para murid-Nya di malam makan paskah penting untuk kita cermati. Matius 26:21 (TB) Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Issue yang Tuhan Yesus lontarkan menjadi persoalan di antara ke 12 murid-Nya. Lukas 22:22-23 (TB) 22 Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!" 23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.
Memang pada akhirnya Injil menulis bahwa Yudaslah pelaku pengkhianatan Itu yang menyerahkan Guru mereka. Yudas melakukan hal Itu karena dia anak Iblis. Lukas 22:3 (TB) Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
Tuhan Yesus jadi korban kejahatan dari salah satu murid-Nya sendiri. Apa yang terjadi selanjutnya dengan Yudas si pengkhianat Itu?. Yudas melemparkan uang upah hasil pengkhianatannya dan gantung diri akhirnya mati dengan perut terburai sehingga semua Isi perutnya keluar semua. (Matius 27:5, Kis 1:18). Maka Alkitab menyebut Yudas sebagai anak kebinasaan. (Yohanes 17:12).
Sebaliknya Yesus yang menjadi korban pengkhianatan murid-Nya tetap menjadi Anak Allah yang berkenan kepada Bapa-Nya. (Matius 3:17, 17:5). Ia menjadi Anak Kesayangan Bapa-Nya.
Orang percaya janganlah menjadi pelaku kejahatan (perpetrator) karena pelaku kejahatan adalah anak setan yang akan binasa di kekekalan. Lebih baik jadi korban (victim) yang memiliki respons seperti Yesus karena ia akan menjadi anak kesukaan Bapa. (CS)