Pembiasaan Pada Anak merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Mencetak Generasi Rabbani. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 18 Dzulqa’dah 1442 H / 29 Juni 2021 M.
Kajian sebelumnya: Delapan Metode Pembelajaran: Kisah dan Cerita
Kajian Islam Ilmiah Tentang Pembiasaan Pada Anak
Ada pepatah yang berkata “Alah bisa karena biasa.” Itu adalah bentuk latihan yang harus terus diulang-ulang. Pembiasaan sesuatu akan melahirkan suatu kemampuan. Anak yang dibiasakan berbuat baik maka dia akan terbiasa dengan kebaikan.
Ini adalah pendidikan Islami yang dicontohkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sebab jika anak itu rutin melakukan satu kebaikan ataupun amal secara teratur, maka ia pun akan terbiasa dengan kebiasaan itu dan akan mudah untuk melakukannya bahkan tanpa perlu diperintah.
Sebagai orang tua, mungkin kita akan letih kalau setiap waktu kita harus mengulang-ulang perintah yang sama kepada anak. Maka pembiasan ini akan membuatnya mudah melakukan rutinitas itu. Pembiasan ini juga akan melahirkan sikap disiplin terhadap tugas ataupun tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Dengan pembiasaan, urusan yang banyak itu akan menjadi mudah baginya untuk dilakukan. Ini berlaku pada urusan agama maupun dunia, dari yang besar sampai yang kecil, dari yang penting sampai yang sepele, dari yang sifatnya pribadi sampai amanah yang dibebankan oleh orang lain.
Semuanya perlu pembiasaan, maka tanamkan kepada anak kebiasaan melakukan sesuatu yang baik yang membawa maslahat dan manfaat, baik dalam urusan dunianya maupun agamanya. Misalnya dalam ibadah, adab, tutur kata, sopan santun, rutinitas keseharian, dan segala aktivitas-aktivitas yang bermanfaat lainnya.
Tentunya anak perlu dilatih dan dibimbing. Sebagai orang tua kita harus juga bisa mendampinginya di dalam melakukan pembiasaan tersebut. Mau tidak mau orang tua juga harus membiasakan diri melakukan sesuatu yang dia biasakan pada anaknya. Karena tentunya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Ketika orang tua membiasakan diri membaca, maka anak juga akan terbiasa membaca. Dalam hal ini tentunya ada amal-amal yang perlu kita nampakkan. Dan maslahatnya lebih banyak kita nampakkan daripada kita sembunyikan di hadapan anak-anak kita. Mungkin amal itu kita sembunyikan dari pandangan manusia, tapi untuk anak maka maslahatnya lebih besar kita nampakkan. Karena kita ingin dia melihat dan mengetahui kebiasaan kita. Sehingga dia juga mengikuti kebiasaan itu.
Jadi perlu pendampingan dari para orang tua yang ingin agar anaknya terbiasa melakukan suatu amalan. Orang tua juga harus membiasakan diri dengan amalan itu. Karena kalau si anak tidak melihat contoh ataupun teladan dalam hal ini, tentunya sulit bagi dia untuk membiasakan perkara tersebut.
Misalnya di dalam rutinitas keseharian, pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Seperti membersihkan dan merapikan kamar, itu juga perlu pembiasaan, sehingga dia terbiasa dan cekatan melakukannya. Karena ada anak yang tidak terbiasa melakukan rutinitas itu. Maka dia tidak mengerti bagaimana cara merapikan tempat tidur. Sudah dia lakukan, tapi hasilnya tidak memuaskan karena dia tidak terbiasa melakukan rutinitas itu.
Dalam hal ini anak jangan terlalu dimanjakan dengan adanya pembantu. Ada hal-hal yang itu jangan dilakukan oleh pembantu, tujuannya adalah untuk melatih anak itu melakukan satu rutinitas yang berkaitan dengan kesehariannya.
Misalnya juga menggosok gigi. Ini adalah rutinitas keseharian yang perlu dibiasakan.