Radio Rodja 756 AM

Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah


Listen Later


Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Ahad, 20 Jumadal Ula 1445 H / 3 Desember 2023 M.







Kajian Hadits Tentang Pemindahan Kiblat dari Syam ke Ka’bah



Kita sampai pada باب: في تحويل القبلة عن الشام إلى الكعبة (bab pemindahan kiblat dari Syam ke Ka’bah). Kiblat itu tadinya menghadap Ka’bah, kemudian Allah perintahkan untuk menghadap ke Syam, dan itu membuat orang-orang Yahudi senang. Lalu kemudian, Allah pindahkan lagi kiblatnya ke Ka’bah, sehingga dengan kejadian ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menguji sebagian kaum Muslimin. Siapa yang betul-betul beriman? Siapa yang keimanannya setengah-setengah?



Dan kejadian itu berakibat pada orang-orang munafik yang memperolok. Katanya: “Ini bagaimana, kemarin ke Ka’bah, kemudian pindah lagi ke Syam, dari Syam pindah lagi ke Ka’bah?” Mereka menganggap bahwa seperti tidak punya pendirian. Akan tetapi, semua ini adalah ujian yang Allah ingin uji kaum Mukminin dengannya. Apakah mereka tetap beriman atau tidak? Ujian itu terkadang dengan perintah, dengan larangan, dan diuji dengan hal-hal seperti ini di zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.



Hadits 262:



عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ ﵁ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا حَتَّى نَزَلَتْ الْآيَةُ الَّتِي في الْبَقَرَةِ ﴿وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ﴾ فَنَزَلَتْ بَعْدَمَا صَلَّى النَّبِيُّ ﷺ فَانْطَلَقَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَمَرَّ بِنَاسٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَهُمْ يُصَلُّونَ فَحَدَّثَهُمْ بالحديث فَوَلَّوْا وُجُوهَهُمْ قِبَلَ الْبَيْتِ.



Dari Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Aku shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadap Baitul Maqdis selama 16 bulan lamanya, sehingga Allah turunkan ayat yang ada dalam surah Al-Baqarah. Allah berfirman: “Dan di mana saja kalian berada, hendaklah kalian hadapkan wajah kalian ke Masjidil Haram (Ka’bah).”



Maka ayat ini turun setelah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat. Lalu kemudian ada seorang laki-laki yang pergi dan melewati orang-orang dari Anshar yang sedang shalat (dalam riwayat yang lain, disebutkan bahwa itu shalat Ashar). Lalu kemudian lelaki ini menyampaikan kepada mereka bahwa kiblat telah dipindahkan lagi ke Ka’bah. Maka mereka yang sedang shalat tersebut langsung berputar menghadap ke Ka’bah.” (HR. Muslim)



Hadits ini menunjukkan adanya nasikh dan mansukh yang merupakan ujian. Nasikh dan mansukh artinya adalah ada hukum yang sudah dihapus dengan hukum yang baru datang. Adapun orang-orang Muktazilah mengingkari nasikh dan mansukh. Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini bahwa nasikh dan mansukh sangat bsia terjadi, karena banyak ayat-ayat yang dimansukh, Allah gantikan dengan hukum yang baru.



Allah juga berfirman:



 مَا نَنسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِّنْهَا أَوْ مِثْلِهَا…



“Tidaklah Kami menghapus suatu ayat pun kecuali Kami datangkan dengan hukum yang sama dengannya atau lebih berat dari itu.” (QS. Al-Baqarah[2]: 106)



Nasikh dan mansukh itu tidak menunjukkan bahwa Allah itu plinplan, sebagaimana seperti yang dikatakan oleh orang-orang Muktazilah.
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings