Pemuda Yang Dinaungi Allah Pada Hari Kiamat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah pada Ahad, 11 Syawal 1442 H / 23 Mei 2021 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Pemuda Yang Dinaungi Allah Pada Hari Kiamat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
“Ada 7 orang yang akan Allah berikan naungan dimana di hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah.”
Di antara 7 orang yang diberikan oleh Allah nanti pada hari kiamat naungan:
وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
“Pemuda yang tumbuh diatas ibadah kepada Allah.”
Allah menyebut pemuda karena kalau orang tua rata-rata sudah sadar bahwa dirinya mau meninggal. Semangat kepemudaan pada orang tua juga sudah lemah. Makanya banyak orang tua yang kemudian taubat, sadar, dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi kalau ada orang tua umur 60 tahun masih berbuat maksiat, maka ini bahaya. Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
أَعْذَرَ اللهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً
“Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi menerima udzur kepada seorang hamba yang dipanjangkan umurnya sampai 60 tahun.” (HR. Bukhari)
Artinya kalau sudah 60 tahun belum taubat juga, ini mengerikan. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memuji para pemuda yang mereka masyaAllah tumbuh diatas ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena kebanyakan pemuda itu senangnya bermain dan menghambur-hamburkan waktu. Hal ini karena syahwat pemuda lebih kuat. Sehingga jarang yang mau ngaji dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan keutamaan kepada pemuda-pemuda yang tumbuh dalam rangka ibadah kepada Allah. Merekalah pemuda yang akan Allah naungi dibawah ‘Arasy-Nya.
Allah mengisahkan 7 orang pemuda di bawah penguasa Tirani yang menyembah berhala dan membunuh serta memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala. Tapi ada 7 pemuda yang mereka tetap istiqamah diatas ibadah kepada Allah.
Pergilah mereka ke gua untuk menyelamatkan diri. Ternyata Allah berikan kepada mereka keistimewaan. Mereka dijadikan oleh Allah tidur selama 309 tahun.
وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا
“Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.” (QS. Al-Kahfi[18]: 39)
Allah muliakan mereka karena mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah. Makanya pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah itu luar biasa.
Bagaimana kita menjadi pemuda yang beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar nanti mendapatkan naungan nanti pada hari kiamat?
1. Mentauhidkan Allah
Jadilah pemuda yang mentauhidkan Allah dan menjauhkan kesyirikan. Jadilah pemuda yang paham betul siapa Tuhannya. Tuhan kita adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi. Maka berarti Allah satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi.
Maka dari itu 7 pemuda Ashabul Kahfi itu dengan lantang mereka menyatakan bahwasanya Allah-lah pencipta langit dan bumi.
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Ingatlah ketika beberapa pemuda itu berlindung ke dalam sebuah gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” (QS. Al-Kahfi[18]: 10)
Ayat ini menunjukkan bahwa mereka mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena mereka hanya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan meminta kepada jimat agar tidak mempan dibacok atau belajar ilmu-...