Penampilan Indah Yang Dipuji adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada Kamis, 2 Muharram 1445 H / 20 Juli 2023 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Penampilan Indah Yang Dipuji
Kita membahas tentang dua golongan yang menyimpang dari jalan yang lurus dalam hal ini yang berhubungan dengan mengenal keindahan makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan pada makhlukNya. Ada kelompok yang menetapkan semua yang Allah ciptakan itu indah, sampai pun kemungkaran dan keburukan-keburukan mereka anggap indah. Sampai pun perbuatan maksiat mereka anggap indah. Ini adalah orang-orang yang tentu saja telah dihilangkan di hati mereka kecemburuan karena Allah, cinta karena Allah dan benci karena Allah, mengingkari kemungkaran, kemudian menegakkan jihad di jalan Allah. Ini akibat dari keyakinan mereka yang rusak.
Ada golongan yang kedua. Mereka berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mencela di dalam Al-Qur’an keindahan rupa, keindahan fisik, kesempurnaan postur dan tubuh manusia. Jadi mereka ini menganggap mutlak semua yang namanya penampilan dan keindahan fisik itu dicela dalam Islam. Mereka berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang orang-orang munafik:
وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ…
“Dan jika kamu melihat mereka, kamu akan kagum dengan keindahan fisik mereka.” (QS. Al-Munafiqun[63]: 4)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا
“Dan berapa banyak Kami binasakan sebelum mereka generasi-generasi yang hidup di satu masa yang mereka itu lebih banyak hartanya dan lebih indah penampilan fisiknya.” (QS. Maryam[19]: 74)
Jadi mereka berdalil dengan ayat-ayat ini untuk mencela keindahan rupa secara mutlak. Artinya mereka itu lebih banyak hartanya lebih indah penampilan fisiknya.
Inilah kelompok kedua yang mengatakan tercelanya semua keindahan fisik secara mutlak.
Tambah lagi dalil yang mereka gunakan, hadits dalam riwayat Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.
“Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada fisik dan harta kalian, akan tetapi Allah hanyalah memandang kepada hati dan amal-amal perbuatanmu.” (HR. Muslim)
Mereka juga berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkan memakai sutra, emas dan bejana-bejana dari emas dan perak. Yang ini semua adalah termasuk perhiasan dunia yang paling besar. Dan Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ…
“Dan janganlah kamu memandang kepada perhiasan yang bermacam-macam yang Kami berikan kepada mereka sebagai perhiasan kehidupan dunia agar Kami menjadikan fitnah bagi mereka dalam hal ini…” (QS. Tha Ha[20]: 131)
Dalam hadits juga disebutkan:
إِنَّ الْبَذَاذَة مِن الإِيمَان
“Kesederhanaan itu adalah termasuk iman.” (HR. Abu Dawud)
Ini dalil yang mereka gunakan untuk mendukung pendapat mereka, sehingga mereka berkata bahwa semua penampilan fisik yang indah itu dicela secara mutlak. Kata mereka juga bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencela orang-orang yang berlebihan p...