Radio Rodja 756 AM

Pendapat-Pendapat Ahlus Sunnah Yang Pertengahan


Listen Later

Pendapat Ahlus Sunnah Yang Pertengahan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada Sabtu, 01 Dzulqa’dah 1442 H / 19 Maret 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Pendapat-Pendapat Ahlus Sunnah Yang Pertengahan
Pembahasan kita yang terakhir adalah bahwa Ahlus Sunnah adalah ahlul wasath. Adapun yang telah dibahas adalah Ahlus Sunnah pertengahan dalam masalah Sifat-Sifat Allah antara golongan Jahmiyyah dan Musyabbihah.
2. Perbuatan Hamba
Menit ke- Ahlus Sunnah pertengahan antara aliran Jabariyyah dan Qadariyyah dalam masalah af’alul ‘ibad (perbuatan hamba-Nya).
Jabariyyah adalah aliran yang sesat dan termasuk ahlul bid’ah. Berasal dari kata jabr (paksaan). Dan mereka mempunyai pandangan bahwa manusia dalam segala perbuatan, gerak-gerik dan tingkah lakunya adalah dipaksa, tidak memiliki kekuasaan dan kebebasan. Mereka menafikan perbuatan hamba secara hakikat dan menyandarkannya kepada Allah. Termasuk dalam aliran ini adalah Jahmiyyah, mereka berpandangan seperti itu. Menurut Syahrastani bahwa Jabariyyah ada dua golongan: Jabariyyah Khalishah dan Jabariyyah Mutawassithah.
Qadariyyah adalah aliran yang sesat dan termasuk ahlul bid’ah. Berasal dari kata qadar (ketentuan Ilahi). Aliran ini tidak mengakui adanya qadar tersebut dan mengatakan manusialah yang menentukan nasibnya sendiri dan dialah yang membuat perbuatannya, terlepas dari kodrat serta iradat Ilahi. Termasuk dalam aliran ini adalah Mu’tazilah yang juga berpan-dangan sama.
Pandangan Ahlus Sunnah tentang perbuatan hamba adalah:

* Perbuatan hamba pada hakekatnya adalah ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla.
* Yang melaksanakan perbuatan tersebut adalah hamba itu sendiri secara hakiki.
* Seorang hamba mempunyai kekuasaan (kemampuan) untuk melaksanakan perbuatannya secara hakiki dan mempunyai pengaruh atas terjadinya perbuatan tersebut. Dan Allah-lah yang memberi kemampuan kepada mereka untuk melakukan perbuatan tersebut.

Artinya seorang hamba mempunyai kehendak, kemampuan dan keinginan, tapi semua itu tidak lepas dari kehendak dan keinginan Allah.
وَمَا تَشَاءُونَ إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
“Dan kamu tidak dapat berkehendak kecuali apabila dikehendaki Allah Rabb semesta alam.” (QS. At-Takwir[81]: 29)
Imam Abu ‘Utsman ash-Shabuni (wafat th. 449 H) rahimahullah berkata: “Pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah keyakinan bahwa perbuatan hamba adalah diciptakan Allah Azza wa Jalla. Dan mereka tidak ada yang membantah serta tidak ada keraguan sedikit pun. Sebaliknya, mereka menganggap orang yang mengingkari dan tidak menerima kenyataan itu sebagai orang yang menyimpang dari petunjuk dan kebenaran.”
3. Ancaman Allah
Menit ke- Mereka (Ahlus Sunnah) pertengahan dalam masalah ancaman Allah, antara Murji’ah dan aliran Wa’idiyyah, dari kalangan Qadariyyah dan selain mereka.
Murji’ah adalah aliran yang sesat dan termasuk ahlul bid’ah. Berasal dari kata irja’ yang berarti pengakhiran, sebab mereka mengakhirkan (memisahkan) amal dari iman. Mereka mengatakan: “Suatu dosa tidak membahayakan selama ada iman, sebagaimana suatu ketaatan tidak berguna selama ada kekafiran.” Menurut mereka, amal tidaklah termasuk dalam kriteria iman, serta iman tidak bertambah dan tidak pula berkurang...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings