Homili Katolik

Penderitaan


Listen Later

(29  Maret 2020)

Romo Antonius Adrian Adiredjo, OP

[Bacaan Injil : Yohanes 11 :  1 - 45

(Hari Minggu Prapaskah ke-5)]

Hari ini Yesus telah menyatakan dirinya sebagai sang hidup dan kebangkitan. Hal ini tercermin dalam injil, ketika Yesus sudah mengetahui bahwa Lazarus sakit, Ia tidak bergegas untuk langsung menyembuhkan Lazarus, tetapi Ia mendatangi Maria dan Martha setelah Lazarus mati empat hari. Dalam situasi sulit, terkadang kita bertanya Tuhan kemanakah Engkau? Mengapa Engkau membiarkan situasi sulit terjadi dalam hidup kita semua? Seakan-akan kita harus menunggu Tuhan dan hal ini yang membuat kita semua ragu akan kuasa Tuhan. Tidak hanya demikian, terkadang kita lelah untuk percaya kepada Tuhan sehingga mengubur harapan-harapan dalam hidup kita. Dibalik semuanya ini yang ingin disampaikan Yesus adalah apakah kita mau menunggu Tuhan dengan sabar? Tuhan mempunyai waktu dan rencana-Nya sendiri untuk menyelamatkan kita semua. Hal yang perlu disadari adalah Tuhan ingin menyatakan kemuliaan-Nya dari berbagai situasi sulit yang dialami. Saat Yesus membiarkan Martha dan Maria menunggu, bukan berarti Yesus tidak peduli dengan mereka. Hal ini terjadi karena Yesus mengasihi mereka dan ingin menyatakan kemuliaan Allah secara lebih mendalam. Dalam situasi sulit saat ini, terkadang kita bertanya Tuhan ada dimana? Hal yang perlu dilakukan adalah kita harus mau menunggu dengan sabar kapan Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya. Kita harus percaya akan kuasa Tuhan yang mampu membebaskan hidup manusia. Dalam situasi sulit pula, Yesus menangis dan mampu merasakan kesedihan karena kehancuran hati-Nya ketika melihat Lazarus mati. Disini Yesus berlaku sebagai manusia yang mampu merasakan kesedihan hati karena kehilangan sahabat. Sama halnya dengan apa yang dirasakan kita sekarang, banyak orang-orang yang merasakan kesedihan, kecemasan, dan kehancuran hati, tetapi kita harus tetap terus percaya karena Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian. Tuhan pula sedang bersedih bersama dengan kita, maka kita perlu menyatukan berbagai penderitaan, ketakutan, dan kecemasan dengan Yesus yang senantiasa peduli kepada manusia. Yesus merasakan kesedihan seperti manusia, maka kita pun akan merasakan kebangkitan seperti Yesus. Yesus mengambil bagian dalam penderitaan manusia agar kita dapat ikut serta dalam kemuliaaan Allah. Inilah yang dinyatakan Yesus dalam hidup Lazarus. Kita tidak perlu takut untuk masuk dalam penderitaan atau kegelapan karena Tuhan akan mengasihi manusia dengan sungguh dan tidak bisa dihancurkan oleh kematian sekalipun. Oleh karena itu, situasi sulit ini merupakan kesempatan bagi kita untuk merasakan kasih Allah dan membagikannya kepada sesama agar kita dapat bangkit bersama-sama.

...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Homili KatolikBy Aquinas Center