Radio Rodja 756 AM

Penetapan Nama dan Sifat As-Salam Al-Mu’min


Listen Later

Penetapan Nama dan Sifat As-Salam Al-Mu’min merupakan kajian Islam ilmiah Shahih Bukhari Kitab Tauhid yang disampaikan oleh Ustadz Abu Qotadah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 13 Rabiul Awal 1443 H / 19 Oktober 2021 M.
Kajian sebelumnya: Urgensi Penetapan Sifat Ilmu Bagi Allah

Kajian Islam Ilmiah Tentang Penetapan Nama dan Sifat As-Salam Al-Mu’min
Pada kajian kali ini dibahas tentang:
باب قول الله تعالى : السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ
“Bab firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: As-Salamu Al-Mu’minu…”
Para ulama menjelaskan kenapa Imam Bukhari mencantumkan ayat kemudian hadits dalam penetapan nama-nama dan sifat Allah. Ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu:
Pertama, bahwa yang berhak menetapkan nama bagi Allah adalah Allah, dan yang paling layak menetapkan nama Allah bagi Allah adalah RasulNya. Karena Allah yang paling tahu tentang Dzat-Nya dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah Ta’ala untuk menetapkan nama bagiNya.
Maka kaidah Ahlus Sunnah dalam menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yaitu menetapkan apa yang ditetapkan Allah bagiNya dan menetapkan apa yang ditetapkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bagi Allah. Hal ini karena bab yang berkaitan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah perkara ghaib. Kita tidak menetapkan bahwa itu nama ataupun sifat bagi Allah dengan akal semata. Akan tetapi apa yang ditetapkan Allah dan RasulNya tidak akan bertentangan dengan akal.
Kedua, orang-orang ahlul bid’ah dari kalangan ahlul kalam mengatakan bahwa hadits ahad tidak dipakai dalam menetapkan aqidah. Maka Imam Bukhari di sini ingin membantah kepada orang-orang yang menyimpang tentang hal itu dari dua sisi:

* Beliau menyebutkan hadits-hadits ahad yang menetapkan nama-nama Allah dan itu ternyata dikuatkan dengan dalil Al-Qur’an yang menjadikan kita tidak perlu ragu lagi.
* Tidak benar pembagian istilah mutawatir dan ahad sebagai tingkatan argumen. Yang benar adalah jika hadits ahad itu shahih, maka sama dalam derajat sebagai hujjah dengan hadits mutawatir.

Menit ke- Imam Bukhari mencantumkan hadits yang menunjukkan bahwa nama As-Salam itu selain ditetapkan oleh Al-Qur’an juga ditetapkan oleh sunnah.
Hadits itu berawal dari seseorang yang salah mengucapkan kalimat. Dikatakan:
كنا نصلي خلف النبي – صلى الله عليه وسلم – فنقول : السلام على الله ، فقال النبي صلى الله عليه [ ص: 88 ] وسلم : إن الله هو السلام ، ولكن قولوا : التحيات لله والصلوات والطيبات ، السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته ، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين ، أشهد أن لا إله إلا الله ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله .
“Kami shalat di belakang baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian ada orang yang mengatakan: ‘Assalamu ‘Ala Allah.’ Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah, Dialah As-Salam, tapi ucapkanlah:
التحيات لله والصلوات والطيبات ، السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته ، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين ، أشهد أن لا إله إلا الله ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله .
Pendalilan dari hadits yang menunjukkan bahwa nama As-Salam ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah adalah ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan: إن الله هو السلام (Sesungguhnya Allah, Dialah As-Salam).
Tujuan utama Imam Bukhari mengetengahkan bab ini dengan menyebutkan ayat dan hadits adalah menetapkan nama di antara nama Allah, yaitu As-Salam. Imam Bukhari juga ingin membantah kepada ahlul kalam dari kalangan Jahmiya...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings