Radio Rodja 756 AM

Pengagungan Terhadap Sunnah


Listen Later

Pengagungan Terhadap Sunnah adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Ta’zhimus Sunnah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada Sabtu, 21 Dzulqa’dah 1444 H / 10 Juni 2023 M.

Kajian Tentang Pengagungan Terhadap Sunnah
Kita akan mengkaji kitab تعظيم السنة وموقف السلف ممن عارضها أو استهزأ بشيء منها (Pengagungan terhadap sunnah dan sikap para ulama Salaf terhadap orang yang menentangnya atau menghina sesuatu darinya). Buku ini ditulis oleh Abdul Qoyyum bin Muhammad bin Nashir As-Suhaibani Hafidzahullahu Ta’ala. Beliau pengajar di fakultas hadits Universitas Islam Madinah.
Penulis ingin menyampaikan sebuah pesan kepada kita bahwa tujuan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah:

* Menjelaskan syariat yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk manusia.
* Mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari penyimpangan-penyimpangan dalam aqidah, ibadah, muamalah atau adab dan akhlak kepada jalan yang lurus yang ditunjuki oleh Al-Qur’an dan hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
* Menunjuki jalan yang lurus. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura[42]: 52)

Wajib Menaati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Allah mewajibkan atas manusia ketaatan mutlak (tanpa alasan) kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan ini yang dipraktekkan oleh para sahabat Nabi Radhiyallahu ‘Anhum. Dan semestinya seorang Salafi seperti itu. Taat mutlak kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tanpa bertanya mengapa, kenapa, apa hikmahnya, dan seterusnya.
Bayangkan, para sahabat Nabi Radhiyallahu ‘Anhum melepas sendal mereka saat melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam shalat, walaupun mereka mengenakan sendal. Mereka meletakkan sendal di samping kiri mereka. Kemudian, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya: “Mengapa kalian tanggalkan sendal-sendal kalian?” Para sahabat menjawab dengan jawaban yang menunjukkan ketaatan mutlak, yaitu: “Kami melihat engkau melepas kedua sendalmu, maka kami pun melepaskan kedua sendal kami.”
Inilah ketaatan mutlak, tanpa alasan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan banyak ayat di dalam Al-Qur’an yang menyebutkan:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ…
“Dan taatilah oleh kalian seluruhnya Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 132)
Begitu juga dalam ayat yang lain:
… أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ…
“Taatilah oleh kalian seluruhnya Allah, dan taatilah oleh kalian seluruhnya Rasulullah, dan pemimpin kalian.” (QS. An-Nisa'[4]: 52)
Di Al-Qur’an ada sekitar 14 ayat yang menunjukkan taat kepada Allah dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka ini perintah dari Allah. Dan asal hukum perintah menunjukkan kepada kewajiban.
Wajib Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Allah juga mewajibkan atas manusia mencintai, memuliakan, dan menghormati Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 59 terdapat pelajaran wajibnya menaati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan ketaatan yang mutlak (tanpa alasan). Kalau diperintah, maka kita taat. Meskipun tidak tahu apa maksud dan hikmah dari perintah tersebut. Kalau kita tahu maksud dan hikmah perintah,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings