Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 23 Sya’ban 1445 H / 4 Maret 2024 M.
Kajian Islam Ilmiah Tentang Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati
Dari Jubair bin Muth’im Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca di dalam shalat Magrib dengan surah At-Tur, dan itulah saat pertama kali iman itu menancap dalam hatiku.” (HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain, sahabat Jubair bin Muth’im berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca surah At-Tur ketika shalat Magrib, dan ketika sampai pada ayat ‘Ataukah mereka diciptakan tanpa asal-usul atau mereka menciptakan diri mereka sendiri? Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak yakin apa yang mereka katakan. Ataukah mereka mempunyai perbendaharaan Tuhanmu? Ataukah mereka menguasai?’ Ketika aku mendengar ayat-ayat tersebut, hatiku hampir terbang.”
Juga dari sahabat Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata, “Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam duduk di teras rumahnya di Kota Mekah, tiba-tiba lewat Utsman bin Maz’un, maka beliau tersenyum kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, ‘Mari duduk bersamaku.’ Maka beliau pun duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Rasulullah menghadap kepadanya. Ketika Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam sedang berbicara dengan Utsman bin Maz’udan, tiba-tiba beliau ‘Alaihish Shalatu was Salam melihat ke langit dan kemudian beliau meletakkan penglihatannya ke bawah (yaitu ke sebelah kanannya) dan memalingkan dirinya dari teman duduknya (yaitu Utsman) dan berbicara bahkan menggeleng-gelengkan kepalanya meminta untuk memahami apa yang dikatakan kepadanya. Sedangkan Ibnu Maz’un melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan hal tersebut. Setelah selesai dan Rasulullah memahami apa yang dikatakan kepadanya, beliau kembali melihat ke langit sampai tertutup apa yang ia lihat.
Maka beliau pun kembali menghadap kepada Utsman dan Utsman berkata, ‘Ya Muhammad, selama aku duduk bersamamu aku tidak pernah melihat seperti apa yang kau lakukan pada pagi ini.’ Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bertanya, ‘Apa yang engkau lihat aku kerjakan?’ Utsman berkata, ‘Aku melihat engkau melihat ke langit dan kemudian engkau menurunkan pandanganmu ke sebelah kananmu dan engkau berpaling dariku dan meninggalkanku. Kemudian menggeleng-gelengkan kepalamu seakan-akan engkau berusaha memahami apa yang dikatakan kepadamu.’
Kata Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, ‘Dan engkau melihat hal tersebut?’ Berkata Utsman, ‘Iya’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, ‘Sesungguhnya utusan Allah mendatangiku dan ia duduk dan berkata.’ Apa yang dikatakan utusan Allah kepadamu?’ Beliau mengatakan,
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّ...