Radio Rodja 756 AM

Penggugur Dosa dan Kesalahan


Listen Later

Penggugur Dosa dan Kesalahan merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Wasiat Sughra Ibnu Taimiyah. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 1 Rabi’ul Awwal 1444 H / 27 September 2022 M.
Sebelumnya: Wasiat Takwa

Kajian Tentang Penggugur Dosa dan Kesalahan
Pada halaqah yang sebelumnya telah kita kaji bersama sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan wasiat beliau untuk sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu ketika beliau akan berangkat ke negeri Yaman sebagai Dai dan perwakilan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di sana. Dimana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kepada beliau:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
“Bertakwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada, ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan akan menghapuskan keburukan, dan perlakukanlah manusia dengan perlakuan yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Ini adalah wasiat yang agung dan sangat mencakup. Ini mengajarkan kepada kita bahwasannya seseorang muslim memiliki rencana A dan rencana B. Tidak hanya memikirkan rencana A, tapi juga tahu bagaimana harus bersikap ketika keadaannya tidak sesuai dengan harapan.
Rencana A bagi seorang muslim adalah bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan semampu dia, tidak jatuh dalam maksiat, bertakwa kepadaNya di manapun berada. Mengejar kesempurnaan adalah rencana A bagi seorang muslim.
Namun kadang-kadang kita menghadapi kondisi tidak ideal. Kadang-kadang meskipun sudah berusaha semampu kita, kadang-kadang masih jatuh dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka di sinilah kita harus mengingat sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا
Jika kita jatuh dalam maksiat dan dosa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, jangan tenggelam dan keasikan di sana, tapi segera ingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian lakukan amal-amal shalih yang akan menghapuskan dosa dan maksiat kita itu.
Semakin baik dan besar amal shalih yang kita lakukan, maka dia akan semakin sempurna menghapuskan maksiat dan dosa yang sudah kita lakukan. Apalagi kalau kebaikan dan amal shalih ini sejenis dengan keburukan dan maksiat yang telah kita lakukan.
Hal-hal yang menghapuskan dosa
Ada beberapa hal yang bisa menghapuskan dosa kita.
1. Taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Taubat ini merupakan penghapus dosa yang paling umum, paling mencakup dan yang paling besar. Yaitu dengan mengakui dosa kita, meninggalkan dosa kita, bertekad untuk tidak mengulanginya lagi dengan ikhlas dan saat waktunya masih terbuka.
Para ulama menjelaskan bahwasanya taubat itu definisinya bukan tidak mengulangi lagi, tapi bertekad untuk tidak mengulangi lagi. Berbeda antara “tidak mengulangi lagi” dengan “bertekad untuk tidak mengulangi lagi”.
Yang disebutkan oleh para ulama saat menyebutkan syarat-syarat taubat adalah bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan dan dosa itu lagi. Dan bisa jadi setelah beberapa waktu hati kita kembali melemah kemudian jatuh pada kesalahan yang sama.
Kalau seseorang sudah bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dia bertekad untuk tidak mengulangi, tapi kemudian seiring waktu dia jatuh lagi dalam kesalahan yang sama, di sini para ulama menyebutkan bahwasanya itu adalah dosa baru yang tidak menggugurkan taubat yang sudah dia lakukan.
Itulah yang dimaksud oleh para ulama ketika mereka dengan detail menyebutkan bahwasanya taubat itu bukanlah tidak jat...
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings