Radio Rodja 756 AM

Perbandingan Kelezatan Harta dan Ilmu


Listen Later

Perbandingan Kelezatan Harta dan Ilmu adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 07 Rabiul awal 1443 / 14 Oktober 2021 M.
Kajian sebelumnya: Perbandingan Ilmu dan Harta Bag 3

Ceramah Agama Islam Tentang Perbandingan Kelezatan Harta dan Ilmu
Segi-segi kemuliaan ilmu dibandingkan harta:
Tiga puluh satu, kelezatan yang didapatkan dari harta atau kekayaan duniawi hanyalah dirasakan ketika terjadi pembaharuan. Bertambahnya harta atau fasilitasnya. Adapun kalau dipakai terus menerus bisa jadi kelezatan itu hilang sama sekali atau paling tidak berkurang.
Hal ini ditunjukkan dengan keadaan tabiat orang yang memiliki harta tadi. Jiwanya akan selalu menuntut tambahan kekayaan yang lain. Kalau seandainya dia puas, pasti dia akan berhenti. Tapi ternyata dia akan mencari yang lain, menuntut tambahan kekayaan yang lain, masih berambisi untuk mencarinya. Dia akan selalu berusaha mendapatkan tambahan dari harta yang sudah dimilikinya, maka dia selalu dalam kebutuhan yang terus-menerus dan tidak pernah tertunaikan. Meskipun misalnya dia memiliki semua perbedaharaan yang ada di bumi, maka perasaan kurang, ambisi dan semangatnya untuk mengejar harta terus ada pada dirinya.
Inilah keadaan yang dirasakan kenikmatan dengan harta kalau seandainya memang ada kenikmatannya. Yaitu hanya ketika pertama kali atau ketika mendapatkan tambahan.
Alasan yang lain karena harta sendiri adalah salah satu dari dua kegemaran yang tidak pernah menjadikan manusia kenyang. Disebutkan dalam hadits shahih bahwasanya semangat untuk mencari harta dan semangat mencari ilmu adalah dua kegemaran yang tidak pernah menjadikan manusia puas. Sehingga orang ini tidak pernah lepas dari kesusahan dalam hal ambisi dan semangatnya mengejar harta tersebut.
Ini berbeda kekayaan yang dirasakan dengan ilmu dan iman. Karena kelezatan dengan ilmu dan iman itu terus dimanfaatkan, itu sama dengan kelezatan ketika bertambahnya ilmu atau terjadi peningkatan iman. Bahkan orang yang memiliki kelezatan ilmu dan iman, meskipun dia tetap berambisi untuk menambahnya, ketika dia mencari tambahan ilmu dan bersemangat untuk meningkatkan imannya, saat itu dia sudah disertai dengan kelezatan yang dirasakannya dan kelezatan dari hal-hal yang ingin ditambahnya tersebut.
Tiga puluh dua, kekayaan dengan harta pasti dengan sendirinya ada tuntutan dari orang lain untuk dia berbagai kekayaannya dengan orang yang tidak mampu. Maka orang yang memiliki harta ada dua pilihan di hadapannya:

* Tidak memberikan harta sehingga terkenal sebagai orang yang pelit, orang yang jauh dari kebaikan, jauh dari memberikan manfaat bagi orang lain. Sehingga dia akan dibenci, dicela dan direndahkan. Dan setiap orang yang dibenci dikalangan manusia, maka peluang untuk sampainya berbagai macam keburukan atau hal-hal yang tidak menyenangkan lebih cepat dibandingkan dengan sampainya kobaran api kepada kayu bakar yang kering.
* Pilihan kedua adalah memberikan bantuan. Tentu tidak memungkinkan bagi dirinya untuk bisa menyampaikan bantuan hartanya kepada semua orang. Maka mestinya dia akan memberikan bantuannya kepada sebagian orang dan menahannya dari sebagian yang lain. Ini akan membuka baginya pintu permusuhan dan celaan dari orang-orang yang tidak mendapatkan bagian bantuan harta darinya.

Orang yang tidak mendapatkan bantuan darinya,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings