Radio Rodja 756 AM

Perintah Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Setan


Listen Later

Perintah Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Setan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 11 Dzulqa’dah 1442 H / 21 Juni 2021 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Perintah Berlindung Kepada Allah Dari Gangguan Setan
Pada materi terakhir yang kita sampaikan adalah setan mengalir dalam tubuh manusia seperti aliran darah.
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ
“Setan mengalir dalam tubuh anak Adam seperti aliran darah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemana, dimana, kapan saja anak Adam itu berada, maka setan senantiasa menyertainya. Setiap orang ada setan yang selalu membuntutinya. Tentunya ia menyertai anak Adam untuk satu tujuan, yaitu membisikkan was-was, mengganggu dan mengalahkan hatinya.
Maka dari itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kita untuk berlindung kepada Allah dari gangguan setan. Allah memerintahkan kita untuk berlindung kepadaNya dari gangguan setan yang terkutuk. Misalnya ketika seorang hamba hendak membaca Al-Qur’an, maka dia berlindung kepada Allah agar dia dihindarkan dari gangguan setan. Allah mengatakan dalam surat An-Nahl ayat 98:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, maka beristi’adzah-lah/berta’awudzlah (memohon perlindungan kepada Allah) dari gangguan setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl[16]: 98)
Karena setan bisa saja mengalihkan perhatian kita dari Al-Qur’an atau membisikkan takwil-takwil batil terhadap Kalamullah, atau bahkan menolak Kalamullah padahal kita berada di hadapan Al-Qur’an. Karena setan tidak membiarkan seorang hamba dalam ketaatan, dia berupaya agar memalingkan kita dari ketaatan itu.
Maka ketika seorang hamba membaca Al-Qur’an, ada saja alasan untuk menghentikan dan menyudahi bacaan itu. Lain halnya kalau kita asyik menekuni satu urusan dunia, sepertinya waktu itu kurang dan tidak ada habis-habisnya. Tapi ketika kita berhadapan dengan Kalamullah, tiba-tiba saja perasaan jemu, letih, bosan, tidak suka, itu tiba-tiba menyerang hati kita. Ini jelas gangguan setan kepada seorang hamba ketika dia membaca Al-Qur’an.
Juga ketika melaksanakan ketaatan-ketaatan yang lain, maka setan akan mengusik hati seorang hamba agar dia meninggalkan ketaatan itu atau dia beralih kepada aktivitas lainnya. Maka mintalah perlindungan kepada Allah, khususnya ketika kita berinteraksi dengan Kalamullah. Hal ini agar kita mendapatkan faidah dan tidak terhalang dari faidah yang kita baca dari ayat-ayat Al-Qur’an. Terkadang kita membaca Al-Qur’an tapi bacaan itu lewat begitu saja dari lisan kita tanpa faidah yang bisa kita dapatkan.
Al-Qur’an adalah samudera ilmu. Tapi anehnya ketika kita membaca Al-Qur’an seolah-olah tidak ada ilmu yang kita serap. Ini tentunya sesuatu yang bertentangan. Apa yang menghalangi kita dari ilmu yang Allah bentangkan di dalam Al-Qur’an? Tentu saja jawabnya adalah setan. Setan membuat kita lupa terhadap faidah-faidah Al-Qur’an.
Tentunya setan punya langkah. Kalau tidak bisa menghalangi hamba itu dari Al-Qur’an, maka setan tidak putus asa. Setan berupaya menghalanginya dari tadabbur Qur’an, sehingga seorang hamba tidak memperoleh apapun dari bacaannya itu. Padahal inti dari membaca Al-Qur’an adalah mentadabburinya.
Kalau setan tidak berhasil menghalangi hamba itu dari tadabbur Al-Qur’an,
...more
View all episodesView all episodes
Download on the App Store

Radio Rodja 756 AMBy Radio Rodja 756AM

  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1
  • 4.1

4.1

7 ratings